Image

Sri Mulyani Bahas Perkembangan Makro Ekonomi dengan Pengusaha dan Ekonom

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Senin 08 Januari 2018, 19:50 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 01 08 20 1841940 sri-mulyani-bahas-perkembangan-makro-ekonomi-dengan-pengusaha-dan-ekonom-kKdyRcMBK8.jpg Foto: Lidya/Okezone

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati hari ini melakukan dialog dengan para ekonom hingga pelaku usaha di Indonesia. Dalam pertemuan ini Sri Mulyani membahas mengenai perkembangan Makro Fiskal 2017 dan langkah-langkah kebijakan makro fiskal di 2018.

Pantauan Okezone, beberapa pengusaha yang hadir dalam acara ini, di antaranya Ketua Kamar Dagang Industri (Kadin) Indonesia Rosan Roselani dan juga Ekonom Bank Permata Josua Pardede, Kepala Ekonom Bank Mandiri Anton Gunawan, Ekonom Senior Bank Mandiri Andry Asmoro, Ekonom Bank Danamon Dian Ayu, Ekonom Senior StanChart Aldian Taloputra, VP Corcom dan Ekonom Senior BNI Ryan Kiryanto serta Pengamat Perpajakan Yustinus Prastowo.

Dalam dialog ini, Sri Mulyani memaparkan realisasi pencapaian perekonomian Indonesia sepanjang 2017 yang berjalan positif. Baik dari sisi konsumsi, investasi, ekspor dan belanja pemerintah berjalan baik sehingga menghasilkan APBN 2017 yang sehat.

Baca Juga: Krisis 10 Tahunan, Menko Luhut: Sampai Detik Ini Tak Ada Tanda-tandanya

"Kita juga memberikan banyak kabar update mengenai kondisi penerimaan negara, kita mendapatkan beberapa sangat bagus, dari bea masuk dan bea keluar yang merupakan kinerja DJBC. Kita juga melihat porsi mix pemerintah baik dari sisi fiskal, moneter, riil bisa berjalan bersama untuk jaga momentum ekonomi dan stabilitas harga terjaga," ungkap Sri Mulyani di Kemenkeu, Jakarta, Senin (8/1/2018).

Sri Mulyani menjelaskan stabilitas harga penting harus dijaga untuk menjaga daya beli masyarakat. Selain itu, pemerintah juga akan meningkatkan kebijakan di sektor riil bekerjasama dengan Kementerian lainnya.

Baca Juga: Menlu: Kerjasama Ekonomi Prioritas ASEAN-India

"Kami tidak hanya kompak dalam menyanyi bersama waktu nge-band, tapi waktu formulasi policy juga seirama tidak ada yang fals dan ini kita akan lakukan di 2018-2019," jelasnya.

Lanjutnya, dinamika politik ekonomi global tetap memengaruhi ekonomi Indonesia di tahun ini. Mulai dari harga minyak meningkat cukup cepat di atas asumsi sehingga pemerintah perlu menyikapi terutama untuk tidak memengaruhi APBN saja tapi perekonomi secara keseluruhan.

Sementara itu, dari sisi APBN, kinerja ekonomi dan momentum perekonomian Indonesia dinilai cukup baik terutama dilihat pada kuartal III. Di mana indeks manufaktur dan perdagangan global yang menunjukkan peningkatan.

Baca Juga: Sri Mulyani Orasi Ilmiah Bicara Kekuatan Ekonomi RI di Universitas Brawijaya

"Permintaan global diterjemahkan dalam ekspor yang meningkat dan impor meningkat. Harga komoditas menunjukkan tren perbaikan dilihat dari harga brent, batubara, komoditas pangan termasuk kelapa sawit," tegasnya.

Selain itu, dari sisi pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan ekonomi global cukup positif baik di AS, Eropa, Jepang, tidak hanya memberikan sentimen positif tapi agregat demand global termasuk kepada Indonesia.

"Potensi risiko yang harus diwaspadai adalah arah kebijakan negara maju terutama AS dengan sudah dilaluinya UU perpajakan di AS dan arah kebijakan moneter. Enggak hanya statistik harga inflasi dan kesempatan kerja, tapi the fed juga kalibrasi perubahan kebijakan fiskal yaitu pemotongan pajak yang signifikan dan memengaruhi defisit kita," tukasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini