Image

Beras Pemicu Kemiskinan Terbesar, Menteri Bambang: Harga Harus Dijaga!

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Selasa 09 Januari 2018 19:32 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 09 20 1842530 beras-pemicu-kemiskinan-terbesar-menteri-bambang-harga-harus-dijaga-cnXNY44sOK.jpg Foto: Yohana/Okezone

JAKARTA - Data Badan Pusat Statistik menunjukkan beras menjadi komoditas penyumbang kemiskinan terbesar sejak 2014. Terakhir, pada September 2017 beras masih menyumbang 18,80 persen kemiskinan di kota dan 24,52 persen di pedesaan.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro menyatakan, perlu adanya penangan untuk mengendalikan laju inflasi komoditas beras yang berimbas pada kemiskinan.

Baca Juga: Rokok Penyebab Kemiskinan, Menteri Bambang: Jangan Anggap Enteng!

Adapun andil inflasi komoditas beras sepanjang 2017 sebesar 0,16% atau kelima terbesar.  Sedangkan berdasarkan kelompok bahan makanan menjadi pemicu terbesar inflasi sebesar 2,26 persen per Desember, khusus hanya beras mencapai 0,08% .

“Menjaga inflasi itu sangat penting, kalau tidak dijaga garis kemiskinan akan semakin tajam dan semakin sulit diurai. Sebab, yang tadinya tidak miskin malah bisa jadi miskin,” ujar Bambang dalam acara bedah angka kemiskinan dan kesenjangan data stastisk BPS di Kantor Bappenas, Jakarta, Selasa (9/1/2018).

Baca Juga: 5 Fakta Mengenai Kemiskinan di 2017, Semua Alami Penurunan!

Oleh sebab itu, hal yang terpenting ujar Bambang, menjaga kestabilan harga beras, mengingat beras menjadi komoditas pokok bagi masyarakat Indonesia.

"Yang utama beras, jadi beras harus dijaga, kalau naik maka akan sangat berdampak pada garis kemiskinan, hampir seperempatnya disumbang oleh beras,  maka yang penting jaga harga beras, baik orang kota dan desa kan konsumsi beras," ujar dia.

Bambang menjelaskan, saat ini memang tengah terjadi kenaikan harga beras, hal ini dinilai cukup wajar karena memang masih dalam musim tanam sementara permintaan terus meningkat pada Natal dan Tahun Baru kemarin.

Baca Juga: Penduduk Miskin Terbanyak di Maluku dan Papua, Menteri Bambang: Penyebabnya Akses Minim

"Tapi ini diprediksi akan berakhir di bulan Maret. Karena kan berdasarkan tren pada Maret-April inflasi akan menurun bahkan terjadi deflasi," jelas dia.

Adapun pada pagi tadi, Kementerian Perdagangan bersama PT Perum Bulog telah melakukan operasi pasar dengan mengeluarkan setidaknya 20.000 cadangan beras pemerintah (CBP) untuk operasi pasar di seluruh Indonesia.

Hal ini menjadi salah satu cara pemerintah untuk menekan harga beras yang melampaui harga eceran tertinggi (HET) yakni Rp9.450 per kilogram.  Sedangkan melansir Info Pangan Jakarta pada hari ini (9/1/2018) harga beras tertinggi saat ini mencapai Rp12.500 per kilogram.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini