nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penyebab Kemiskinan Menurun Versi Menteri Bambang

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Selasa 09 Januari 2018 20:25 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 01 09 20 1842566 penyebab-kemiskinan-menurun-versi-menteri-bambang-XhnhV1XtvJ.jpg Foto: Yohana/Okezone

JAKARTA - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengaku senang dengan tingkat kemiskinan yang menunjukkan penurunan dari tahun sebelumnya. 

Data per September 2017 menunjukkan tingkat kemiskinan mencapai titik terendah selama hampir dua dekade yaitu sebesar 10,12%, lebih rendah dari tahun 2016 10,7%.

Bambang menjelaskan ada beberapa faktor yang menjadi pendorong penurunan kemiskinan. Pertama, inflasi yang relatif stabil sepanjang 2017 sebesar 3,62%. Di mana pemerintah dinilai berhasil menjaga stabiliitas harga pada saat hari raya Lebaran , terutama pada komponen makanan.

Baca Juga: Beras Pemicu Kemiskinan Terbesar, Menteri Bambang: Harga Harus Dijaga!

Dia menjelaskan, dalam kurun waktu  Maret-Septermber 2017, inflasi secara umum dapat dijaga pada tingkat 1,45%.

"Sebaliknya bila inflasi gak terjaga, ini orang yang ga miskin malah bisa jadi miskin," ujar Bambang di Kantor Bappenas, Jakarta, Selasa (9/1/2018).

Kedua adalah meningkatnya upah riil petani sebesar 1,05%  dalam 6 bulan terakhir. Kata Bambang, buruh tani merupakan tenaga kerja terbanyak yang tergolong miskin, sehingga hal ini mendorong peningkatan kesejahteraan petani.

Baca Juga: Rokok Penyebab Kemiskinan, Menteri Bambang: Jangan Anggap Enteng!

"Karena masyarakat miskin itu paling banyak dari petani dan buruh. Ini upah riilnya meningkat sehingga kemiskinan menurun di perdesaan," jelasnya.

Adapun faktor ketiga, adanya integrasi program-program penanggulangan kemiskinan yang dilakukan pemerintah.

Baca Juga: 5 Fakta Mengenai Kemiskinan di 2017, Semua Alami Penurunan!

Dia menyebutkan, adanya perbaikan data untuk targeting dan penyaluran non tunai melalui satu kartu, Program Keluarga Harapan (PKH) telah diintegrasikan dengan bantuan lain, serta Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang sudah mulai berjalan.

"Terus reformasi subsidi pangan dan energi yang semakin tepat sasaran. Dan karena dana desa sudah mulai baik dalam hal pemakaian dan penyalurannya, ini ikut berkontribusi. Intinya karena ada tendensi yang baik dari penurunan kemiskinan di pedesaan menjadi semakin cepat dari perkotaan," jelas dia.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini