nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rizal Ramli: Ubah Strategi, Pertumbuhan Ekonomi Bisa Capai 7%

Anisa Anindita, Jurnalis · Rabu 10 Januari 2018 18:25 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 10 20 1843063 rizal-ramli-ubah-strategi-pertumbuhan-ekonomi-bisa-capai-7-o5sklXNB8l.jpg Foto: (Anisa Anindita Okezone)

JAKARTAPertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2019 hanya bisa mencapai 5%. Hal itu diungkapkan oleh Mantan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Rizal Ramli.

"Jika ke depannya perekonomian Indonesia masih menerapkan sistem yang sama,  maka tahun depan ekonomi Indonesia hanya sebesar 5%. Walaupun semua bidang membaik," ungkap Rizal dalam acara Diskusi Publik bertemakan "Prospek Ekonomi dan Politik 2018” di  Jakarta (10/01/2018).

Rizal menambahkan, perkiraannya tahun ini ekonomi dunia akan membaik,  sayangnya tidak karena adanya proses kredit susah.

Baca Juga: Tantangan Pertumbuhan Ekonomi, Gubernur BI: Waspadai Konsumsi Rumah Tangga

"Kalau menggunakan cara lain,  bisa saja, yaitu dengan cara mengubah strateginya. Kalau diubah strateginya ekonomi Indonesia dalam 2 tahun bukan lagi 5%, bukan lagi 6,5%, tapi bisa capai 7%," tambah Rizal.

Adapun strateginya,  yakni dengan memompa anggaran tidak menggunakan dana APBN. "Saya mendukung Pak Jokowi menggunakan dana APBN untuk pembangunan infrastruktur di luar Jawa,  justru pakai non APBN untuk pembangunan infrastruktur di dalam Jawa," jelas Rizal.

Kemudian, cara yang kedua dengan sekuritisasi aset, di mana pendapatan dari proyek pembangunan infrastruktur, seperti proyek jalan tol ditarik sekarang untuk membuat proyek baru.

Baca Juga: BI: Rata-Rata Pertumbuhan Ekonomi 2017 Sebesar 5,05%

"Tapi sekarang malah berbeda, malah jual aset dan segala macam. Kalau begitu,  ya masyarakat marah lah. Jadi proses pembebasan lahan juga harus dipermudah. Selama ini kan prosesnya bisa 3-4 tahun,  sedangkan di negara lain dalam waktu hanya beberapa bulan, " ucap Rizal.

Selain itu,  cara ketiga adalah dengan mengubah sistem harga pangan di Indonesia." Ubah sistemnya menjadi tarif,  siapa pun boleh impor asal membayar sebesar 20%-30%. Dengan begitu,  artinya pemerintah memberikan uang sebesar Rp50.000 kepada ibu-ibu. Justru masyarakat akan senang pasalnya harga pangan malah turun. Maka lama kelamaan ekonomi di Indonesia akan membaik," tegas Rizal.

Tidak hanya itu,  pemerintah lakukan ekspansi kredit agar ekonomi Indonesia dapat tumbuh sebesar 15%.

"16 tahun yang lalu saat saya menjabat sebagai Menko, perusahaan airlines Indonesia berkembang karena turunnya harga tiket pesawat. Di mana,  banyak kompetitor airlines,  maka harga jadi diturunkan. Dengan begitu,  masyarakat yang belum pernah naik pesawat jadi bisa naik pesawat," lanjut Rizal.

Baca Juga: Sri Mulyani: Pertumbuhan Ekonomi 5,05% hingga Akhir Tahun

Sementara itu,  Rizal membeberkan sistem saat dia menjabat sebagai Menko, antara lain mendistukrisasikan real estate di Indonesia,  menjaga harga pangan termasuk harga beras,  mengejar target ekspor,  dan menaikkan gaji pegawai negeri menjadi dua kali lipat.

"Sistem mendistrukrisasikan real estate dapat membuat real estate di Indonesia menjadi berkembang, bahkan kami disebut sebagai dewa penyelamat. Kami juga jaga harga pangan termasuk harga beras,  maka lihat saja waktu zaman Gusdur harga beras stabil tanpa impor. Lalu,  minyak goreng,  pemerintah harus berkontribusi kalau mengenai kebutuhan masyarakat," beber Rizal.

Di samping itu,  dengan sistem menaikkan gaji pegawai negeri sebanyak dua kali lipat menjadikan daya beli masyarakat bertambah,  hingga membuat ekonomi Indonesia membaik.

"Kalau menteri konvensional yang melihat itu kan,  mana bisa wong lagi lemah gini. Tapi saya lakukan, maka dari itu perekonomian di Indonesia pada zaman Gusdur tambah baik,  utang bukannya menambah, tetapi malah berkurang.  Ini bukan magic sains. Kalau Indonesia ke depannya begini terus, sampai 2019 ekonomi Indonesia hanya 5%," tukasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini