nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Waspada Hoax di Tengah Seleksi CPNS!

Koran SINDO, Jurnalis · Rabu 10 Januari 2018 11:23 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 10 320 1842754 waspada-hoax-di-tengah-seleksi-cpns-WLczyx5CVb.jpg Ilustrasi (Foto: ant)

JAKARTA - Menjelang rekrutmen seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS), masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan. Tak lain, karena banyaknya hoax yang berkaitan dengan rekrutmen CPNS.

Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik Kemenpan-RB Herman Suryatman mengatakan, pihaknya kembali menemukan surat palsu yang mengatasnamakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB). Surat yang beredar di media sosial tersebut berisi laporan penetapan e-formasi tenaga honorer, pegawai tidak tetap, pegawai tetap non-PNS, dan tenaga kontrak pengangkatan CPNS tahun 2016-2019.

 Baca juga: Daftar 24 Instansi Rampungkan 23.255 NIP CPNS 2017

Dalam surat palsu yang ditetapkan pada 1 November 2017 lalu dan tertanda Menteri PANRB Asman Abnur tersebut, tertera formasi yang diajukan dari 533 pemerintah pusat dan daerah dengan jumlah formasi sebanyak 104.290.

“Kami tegaskan bahwa surat yang berisi perihal laporan penetapan e-formasi bagi tenaga honorer adalah palsu dan tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” katanya. Dia mengatakan seleksi CPNS sangat rentan dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

 Baca juga: PNS Mau Naik Pangkat? Lengkapi Berkasnya Sebelum Akhir Februari

Pasalnya, ini bukan pertama kalinya surat palsu beredar berkaitan dengan pengangkatan aparatur pemerintah. Misalnya saja pada Desember tahun lalu, juga ditemukan surat yang mengatasnamakan Kemenpan-RB berisi tangga pan kepada Kementerian Hukum dan HAM atas permintaan persetujuan penambahan peserta CPNS 2017 dari jalur mahasiswa berprestasi/cumlaude.

Lalu pada November 2017, juga ditemukan surat serupa yang berisi perihal pengangkatan CPNS dari tenaga honorer kategori dua (K2) tahun 2017-2018. “Berkenaan dengan hal tersebut, masyarakat harus lebih hati-hati dan tidak mudah untuk percaya. Apalagi jika sumbernya tidak jelas kebenarannya,” ungkapnya.

 Baca juga: Lowongan PNS 2018, Berikut 7 Fakta dari Persyaratan hingga Cara Pengisian E-Formasi

Dijelaskan bahwa berdasarkan Undang-Undang (UU) No 5/2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), pengangkatan CPNS dilakukan melalui proses seleksi. Maka itu, jika ada surat edaran yang mengumumkan adanya pengangkatan langsung sudah dipastikan hoax.

“Tidak ada pengangkatan CPNS dari tenaga honorer, pegawai tidak tetap, pegawai tetap non-PNS, dan tenaga kontrak secara otomatis tanpa tes,” ujar Herman.

Dia meminta masyarakat untuk selektif menerima informasi, serta mencari kebenarannya di laman resmi Kemenpan-RB, yaitu www.menpan.go.id .

 Baca juga: 2018, BKN Lebih Fokus Disiplinkan PNS

Apalagi, ada potensi surat palsu ini berujung pada penipuan untuk meminta sejumlah uang. Pada tahun ini, pemerintah memang berencana untuk mem buka lowongan CPNS. Terkait jumlah lowongan yang dibuka sebelumnya, Menpan-RB Asman Abnur mengatakan, bahwa presiden dan wakil presiden menginginkan agar rekrutmen di bawah yang pensiun, di mana angka pensiun PNS tahun ini mencapai 250.000.

“Presiden inginnya minus growth. Jadi tidak lebih dari 200.000-an,” katanya.

Namun begitu, dia berharap setidaknya formasi untuk tahun depan minimal setengah dari jumlah pensiun, meski dia juga mengakui hal ini harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan negara.

“Kita berharap minimal 50%. Ini terdiri atas pegawai pusat dan daerah. Porsinya ditentukan nanti berapa kemampuan negara,” tuturnya.

Lebih lanjut, Asman mengingatkan ada beberapa jabatan yang diprioritaskan yaitu tenaga pendidikan dan kesehatan. Selain itu, dia juga akan melihat program-program prioritas di masing-masing daerah, termasuk juga porsi belanja pegawai yang tidak boleh dari 50% dari total APBD. (rzy)


https://economy.okezone.com/read/2018/01/10/320/1842754/waspada-hoax-di-tengah-seleksi-cpns

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini