Menteri Susi Kerap Tenggelamkan Kapal, Bupati Morotai: Nelayan Semakin Mudah Tangkap Ikan

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 10 Januari 2018 16:41 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 10 320 1842998 menteri-susi-kerap-tenggelamkan-kapal-bupati-morotai-nelayan-semakin-mudah-tangkap-ikan-QzIM21HUUA.jpg Menteri KKP Susi Pudjiastuti. (Foto: ANT)

JAKARTA - Belakangan kebijakan penenggelaman kapal oleh Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) menimbulkan perdebatan. Hal itu dipicu dengan kebijakan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman untuk meminta Menteri Susi untuk menghentikan kebijakan penenggelaman kapal tersebut itu.

Menanggapi isu tersebut, Bupati Morotai Benny Laos mengatakan penenggelaman kapal asing pencuri ikan yang dilakukan Menteri Susi sangat membantu nelayan yang aada diperbatasan seperti Morotai. Oleh karena itu dirinya sangat mendukung kebijakan Menteri KKP untuk terus melanjutkan kebijakan tersebut.

"Saya dukung kebijakan ibu Susi tentang penenggelaman kapal. Jadi kalau di timur dan perbatasan seperti kami ini berada banget nelayan merasakan impact-nya," ujarnya saat ditemui di Menara BTPN, Jakarta, Rabu (10/1/2018).

Menurut Benny, dengan kebijakan ini dinilai bisa mensejahterakan para nelayan. Karena sejak ada penenggelaman kapal, para nelayan semakin mudah mendapatkan ikan.

Baca juga: Susi Pudjiastuti dan Legenda Penenggelaman 350 Kapal di Laut Indonesia

Pasalnya, sebelum adanya kebijakan ini, para kapal asing selalu mengambil ikan di wilayah perbatasan Indonesia. Apalagi kapal yang digunakan oleh asing menggunakan jaring yang secara otomatis mengambil lahan nelayan yang hanya menggunakan alat tangkap yang relatif kecil.

"Dengan kebijakan itu nelayan bisa tangkap ikan kalau dulu kan enggak, sulit. Karena mereka kan pakai pukat harimau pakai jaring jadi nelayan ini enggak bisa dapet ikan," jelas Benny

"Efek nelayan dapat ikan kalau dulu mereka sulit. Sekarang nelayan cukup sejahtera. Karena saya bicara fakta. Dulu uang Rp100 juta sulit habis sekarang kalau lagi musim Rp1 miliar enggak cukup, produksi cukup baik," imbuhnya.

Lebih lanjut Benny mengatakan, para nelayan yang ada di wilayahnya bahkan tidak membutuhkan kapal besar eks asing yang disita oleh pemerintah akibat mencuri ikan. Menurutnya, nelayan hanya butuh bantuan kapal yang berukuran 5 GT hingga 10 GT untuk bisa meningkatkan produksi ikannya.

Baca juga: Dilarang Menko Luhut Tenggelamkan Kapal, Akun Twitter Susi Pudjiastuti Kebanjiran Simpati

"Jadi kalau mau pro nelayan kasih aja kap yang 5 GT atau 10 GT itu sudah cukup buat meningkatkan produksi. Kapal asing teknologinya berbeda buat kita. Kapal-kapal yang gede buat apa? Kalau kasih ke nelayan bagi saja 5 ton 10 ton. Kapal 30 ton ke bawah sudah bisa pakai. Kalau itu nelayan kita jadi Anak Buah Kapal (ABK)," kata dia.

Karena lanjut Benny, jika menggunakan kapal berukuran besar nelayan hanya menjadi ABK alias pembantu. Sedangkan jika mendapatkan kapal ukuran kecil, nelayan bisa melaut sendiri.

"Selama ini nelayan kita hanya jadi buruh bukan pelaku. Karena dulu kapal kapal besar yang melaut nelayan sulit jadi mereka pada jadi ABK, jadi terserah mau jadi ABK atau mau menciptakan nelayan," jelasnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini