nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KAI Cetak Laba Bersih Rp1,4 Triliun, Naik 40%

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 10 Januari 2018 19:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 10 320 1843090 kai-cetak-laba-bersih-rp1-4-triliun-naik-40-flqb9kqhbw.jpg Ilustrasi Kereta Api. (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) menggelar acara Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dalam RUPS yang digelar tertutup tersebut dihadiri oleh jajaran direksi dan komisaris PT KAI (Persero).

Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro mengatakan, pada tahun ini PT KAI mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,4 triliun. Angka tersebut naik sekitar 40% dibandingkan tahun lalu yang hanya sebesar Rp1 triliun.

Namun, laba tersebut masih harus dilakukan penghitungan lebih lanjut. Pasalnya, angka tersebut merupakan anak yang didapatkan sebelum di audit.

"Labanya masih harus diperiksa dulu masih unaudited Rp1,4 triliun naik dari periode tahun sebelumnya Rp1 triliun," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Rabu (10/1/2018).

Baca Juga: KAI Targetkan Penumpang Kereta Naik 10% Jadi 400 Juta di 2018

Laba tersebut di topang oleh pendapatan penumpang yang meningkat dari tahun sebelumnya. Tak hanya itu, pendapatan rupiah dari angkutan barang juga mengalami peningkatan dengan angka mencapai 97%-98%.

"2017 itu kan kemaren memang penumpangnya tercapai, tapi barangnya hanya 91%. Tetapi dari sisi rupiahnya mendekati 97%-98% yang barangnya. Jadi sebenarnya secara menyeluruh kalau bicara rupiah hampir 50:50 antara penumpang dengan barang ini bicara rupiahnya," jelasnya.

Untuk tahun 2018, pihaknya menargetkan bisa memenuhi target laba bersih sebesar Rp1,7 triliun. Jumlah tersebut naik Rp300 miliar dari target tahun 2017 yang sebesar Rp1,4 triliun.


Baca Juga: Mimpi KAI Perpanjang Jalur Kereta Cianjur-Bandung

Untuk menopang target ersebut, pihaknya akan lebih berfokus kepada angkutan penumpang. Sementara untuk angkutan barang akan sedikit ditekan dan dikurangipada tahun ini.

"Ditahun 2018 targetnya Rp1,7 triliun ya tinggilah. ini pabrik service bukan bisnis, public service yang keuntungannya itu dibalikin lagi ke pelayanan. Kita dorong barang lebih sedikit dibandingkan penumpang," jelasnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini