10 Tahun Urus Citarum Sendirian, Aher: Hari Ini Sejarah Baru

Ulfa Arieza, Jurnalis · Kamis 11 Januari 2018 20:14 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 11 320 1843727 10-tahun-urus-citarum-sendirian-aher-hari-ini-sejarah-baru-GQd84TpO0r.jpg Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengungkapkan butuh waktu 10 tahun untuk menggalang keterlibatan seluruh pihak untuk normalisasi Sungai Citarum. Dalam hal ini, pihak-pihak yang terlibat antara lain, pemerintah Provinsi Jawa Barat, pemerintah kabupaten dan kota, Perum Perhutani, hingga Kementerian PUPR.

Hari ini, Gubernur yang akrab di sapa Aher ini kembali mengunjungi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman untuk melangsungkan rapat koordinasi dengan stakeholder terkait, sekaligus bertemu dengan Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan.

Selama ini, lanjut Aher, semua sektor cenderung bekerja secara individual. Akan tetapi, kerjasama menyeluruh belum terjadi.

"Hari-hari ini Insya Allah sejarah baru. Kita ingin menormalisasikan Citarum hulu sampai ke hilir dengan kerja sama seluruh sektor dan instansi terlibat. Itu bedanya dengan yang lalu-lalu," kata dia usai rakor di Kantor Kemenko Maritim, Jakarta, Kamis (11/1/2018).

Menurut orang nomor satu di Jawa Barat ini, langkah yang pertama kali dilakukan adalah dengan tindakan non-struktur, yakni normalisasi hutan di kawasan hulu Sungai Citarum. Selanjutnya, diteruskan dengan normalisasi sungai.

"Saat ini kan sudah penuh dengan sedimentasi. Maka diperlukan kegiatan struktur. Selama ini anggaran kebanyakan di sini. Ada pengerukan, penanggulan, pelurusan aliran sungai," jelas dia.

Menurut Aher, tahap terakhir dalam normalisasi Sungai Citarum adalah terkait dengan kebiasaan masyarakat untuk tidak membuang sampah dan limbah di sungai. Dari seluruh tahapan, hal ini adalah faktor yang paling signifikan bagi normalisasi Sungai Citarum.

"Mengubah kebiasaan masyarakat kita untuk jangan buang apa-apa ke sungai. Para peternak tidak buang di sana, pertanian tidak buang limbah agro indusri, perumahan juga tidak boleh termasuk tinja, dan lain-lain. Kemudian industiri juga tidak buang ke sana. Inilah yang akan menjamin sungai citarum kembali bersih," tandasnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini