Image

Luhut: ADB Tawarkan Rp200 Triliun untuk Normalisasi Sungai Citarum

Ulfa Arieza, Jurnalis · Kamis 11 Januari 2018, 22:08 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 01 11 320 1843774 luhut-adb-tawarkan-rp200-triliun-untuk-normalisasi-sungai-citarum-QsM80Q2bqe.jpg Ilustrasi: (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Normalisasi Sungai Citarum tidak hanya menyedot perhatian pemerintah Indonesia. Asian Development Bank (ADB) adalah pihak yang ikut menaruh simpati atas normalisasi sungai sepanjang 300 kilometer itu. 

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengungkapkan, ADB telah menawarkan dana jumbo untuk proyek normalisasi Citarum. 

Baca Juga: 10 Tahun Urus Citarum Sendirian, Aher: Hari Ini Sejarah Baru

"Selama 20 tahun hampir Rp200 triliun. Tapi, menurut kita terlalu banyak juga. Sebenarnya langkahnya lebih besar dari itu (Rp220 triliun) tadi disampaikan pak menteri Bappenas," ujarnya di Kantor Kemenko Maritim, Kamis (1/1/2018).

Akan tetapi, karena program normalisasi Citarum belum matang, maka belum ada eksekusi atas dana tersebut. Padahal, ADB sudah menawarkan sejak tahun 2015.

Akan tetapi, Luhut mengatakan bahwa pemerintah memiliki skema dana yang jauh lebih ringan dibandingkan dengan pendanaan dari ADB. 

Baca Juga: Menteri Basuki Pastikan Proyek Drainase Istana Selesai

"Kami bisa menyelesaikan jauh lebih murah dengan melibatkan TNI dan Polri tadi. Polri akan mengambil tindakan tegas dengan bersama-sama LHK, mengenai orang yang membuang limbah ke sungai," kata Luhut. 

Dalam waktu dekat, lanjut dia, pembahasan mengenai normalisasi Sungai Citarum akan disampaikan kepada Presiden Joko Widodo. Jika tidak ada aral melintang, normalisasi Sungai Citarum akan dibahas pada rapat terbatas (ratas) pada tanggal 16 Januari nanti di Bandung.

"Sesudah itu kita berharap kalau Presiden setuju, Perpres semua kita harapkan satu bulan dari situ kita semua langsung kerja," kata Luhut.

Baca Juga: Menteri Bambang: Alokasi Anggaran Rp410 Triliun di 2018 Hanya untuk Infrastruktur Dasar

Sejalan dengan itu persiapan normalisasi Sungai Ciliwung mulai dilakukan, salah satunya dengan melakukan sosialisasi kepada industri yang berada di bantaran sungai. Menurut Luhut, normalisasi Sungai Ciliwung sangat mendesak untuk direalisasikan. 

Pasalnya, sungai yang melintasi Provinsi Jawa Barat itu sudah sangat tercemar bahkan bakteri-bakteri sudah menulari ikan yang hidup di Sungai Ciliwung. Ironisnya, limbah yang mencemari Sungai Ciliwung juga berasal dari limbah rumah sakit yang rawan membawa virus berbahaya seperi HIV.

"Ini kita lagi proses jadi kita bersihkan semua. Kemudian maslah mercury. Sekarang lingkungan sumber penting, ini kita lagi perhatikan itu, sekarang kita ingin tuntasin," pungkasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini