Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Indonesia Rugi Rp78 Miliar per Tahun Akibat Obesitas Orang Dewasa

Putra Ramadhani Astyawan , Jurnalis-Sabtu, 13 Januari 2018 |07:07 WIB
Indonesia Rugi Rp78 Miliar per Tahun Akibat Obesitas Orang Dewasa
Ilustrasi: (Foto: Shutterstock)
A
A
A

BOGOR - Obesitas merupakan masalah global yang berdampak pada meningkatnya morbiditas (angka kesakitan) serta pengaruhnya terhadap peningkatan mortalitas (angka kematian) pada orang dewasa di dunia. Obesitas terkait dengan morbiditas dan mortalitas pada akhirnya dapat menyebabkan penurunan produktivitas akibat ketidakhadiran dalam bekerja, penurunan kualitas hidup, dan kematian dini.

Tiga orang peneliti dari Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia (Fema) Institut Pertanian Bogor (IPB) yaitu Drajat Martianto, Arnati Wulansari dan Yayuk Farida Baliwati melakukan penelitian tentang estimasi kerugian ekonomi akibat obesitas di Indonesia.

Baca Juga: Indonesia Belum Juga Jadi Negara Maju, Kenapa?

"Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi kerugian ekonomi akibat obesitas pada orang dewasa di Indonesia. Estimasi kerugian ekonomi akibat obesitas dapat diukur dengan menghitung biaya perawatan kesehatan, nilai ekonomi produktivitas yang hilang akibat kematian dini, dan nilai ekonomi produktivitas akibat ketidakhadiran kerja," kata Drajat, Jumat (12/1/2018).

Subjek yang digunakan pada penelitian ini merupakan proyeksi jumlah penduduk masing-masing provinsi dan Indonesia (berusia 18-64 tahun). Data yang digunakan tim ini antara lain bersumber dari Riset Kesehatan Dasar tahun 2013, yaitu rata-rata biaya yang dikeluarkan untuk rawat inap dan rawat jalan dan jumlah hari perawatan.

Baca Juga: Sri Mulyani Bahas Perkembangan Makro Ekonomi dengan Pengusaha dan Ekonom

Selain itu, ada pula data yang bersumber dari Sistem Informasi Rumah Sakit 2013 yaitu jumlah kematian akibat komorbiditas (kanker, diabetes melitus, hipertensi, penyakit jantung iskemik, osteoartritis, dan stroke) serta dari beberapa unit data terkait lainnya.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement