Image

Klaim Asuransi Nelayan Berpotensi Rugikan Perusahaan

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Jum'at 12 Januari 2018 16:46 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 12 320 1844165 klaim-asuransi-nelayan-berpotensi-rugikan-perusahaan-GbvfQhy8Ju.jpg Ilustrasi: (Foto: Reuters)

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan menilai ada yang tidak tepat dalam sistem asuransi nelayan. Pasalnya produk asuransi ini dinilai berpotensi besar merugikan perusahaan asuransi.

Deputi Pengawas IKNB II OJK Muhammad Ichsanuddin mengatakan, selama ini rasio klaim tak seimbang dengan premi yang didapatkan.

"Kami sebagai regulator ikut sedih dengan perusahaan asuransi, klaim rasionya besar sekali. Karena ada santunan kecelakaan akibat selain aktivitas penangkapan," ujar Ichsanuddin di Gedung OJK, Jakarta, Jumat (12/12/2018).

Baca Juga: Berpergian ke Luar Negeri Pakai Asuransi, Ini Lho Plus Minusnya

Adanya santunan kecelakaan di luar kegiatan menangkap ikan ini, kata dia, membuat dana yang dikeluarkan perusahaan asuransi cukup besar, pasalnya angka klaim cukup tinggi untuk kecelakaan ini.

"Jadi kalau ada yang tiba-tiba sakit di rumah dan meninggal. Atau ada yang nelayan yang kebut-kebutan naik motor dan meninggal, itu bisa di klaim yang seperti itu. Sehingga pemahaman dulu, yang katanya, nelayan akibat ombak besar, angin kencang, atau sebagainya, meninggal karena cari ikan itu asuransi boleh di klaim. Tapi ternyata ini yang di luar itu juga dijamin klaimnya," jelasnya.

Baca Juga: Naik 17,6%, Aset Asuransi Melonjak ke Rp628,68 Triliun

Kondisi ini pun pada akhirnya membuat PT Asuransi Jasa Indonesia dan KKP melalukan perubahan jaminan pertanggungan nelayan pada tahun 2017 dikarenakan tingginya loss ratio akibat kecelakaan di luar kegiatan menangkap ikan pada tahun 2016. Di mana rata-rata usia nelayan yang meninggal 56-65 tahun.

"Program asuransi nelayan ini apapun kejadiannya bisa diklaim ke perusahaan asuransi. Jadi tidak serasi antara premi dan klaim," ucapnya.

Baca Juga: Catatan OJK: Aset Asuransi Naik 17,6%, Jadi Rp628,68 Triliun

Adapun setelah perubahan kini santunan kecelakaan akibat melakukan aktivitas penangkapan ikan sebesar Rp200 juta, sedangkan untuk santunan kecelakaan akibat selain melakukan aktivitas penangkapan ikan sebesar Rp160 juta.

"Angka ini sudah perubahan dulunya sama, baik yang kecelakaan karena tangkap ikan atau enggak, sama-sama Rp200 juta juga. Sehingga menambah besaran rasio klaim asuransi," jelas dia.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini