nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Program Asuransi Budidaya Udang Indonesia yang Pertama di Dunia

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Jum'at 12 Januari 2018 17:24 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 01 12 320 1844195 program-asuransi-budidaya-udang-indonesia-yang-pertama-di-dunia-yPu18DEbrf.jpg Foto: Yohana/Okezone

JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengeluarkan program perlindungan bagi pembudidaya udang. Program tersebut yakni Asuransi Usaha Budidaya Udang (AUBU) yang menjadi asuransi pertama di dunia untuk petani udang

Produk asuransi ini merupakan bentuk kerjasama antara KKP dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Adapun AUBU merupakan program KKP yang diatur dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 18/PERMEN-KP/2016 tentang Jaminan Perlindungan atas Resiko Kepada Nelayan, Pembudidaya Ikan, dan Petambak Garam.

Baca Juga: Klaim Asuransi Nelayan Berpotensi Rugikan Perusahaan

Deputi Pengawas IKNB II OJK, Muhammad Ichsanuddin mengatakan, karena ini produk asuransi pertama bahkan di dunia, maka skema dibuat sedemikian rupa sehingga dapat benar-benar menguntungkan bagi petani.

Bila produk asuransi usaha nelayan maupun asuransi usaha tani padi menggunakan skema tanggungan premi 20% nelayan/petani dan 80% pemeirntah, maka untuk premi AUBU ditanggung pemerintah secara keseluruhan.

"Sema nya dibuat sedemikian rupa karena produk baru, preminya ini 100% ditanggung pemerintah dari anggaran KKP," ujar Ichsanuddin di Gedung OJK, Jakarta, Jumat (12/1/2018).

Baca Juga: Berpergian ke Luar Negeri Pakai Asuransi, Ini Lho Plus Minusnya

Adapun premi yang harus dibayarkan sebesar 3% dari batas maksimum klaim selama setahun yakni Rp15 juta. Dengan demikian besaran premi Rp450 ribu yang ditanggung oleh KKP.

"Gambaran umumnya produk ini banyak kemudahan bagi petani atau tambak udang, dalam 1 tahun bisa klaim 3 kali, harga pertanggungannya Rp5 juta, dan bisa 3 kali klaim," jelas dia.

Dia menjelaskan ada dua risiko yang dijamin dalam asuransi ini. Pertama  risiko penyakit yang mengakibatkan matinya udang yang diasuransikan.

Baca Juga: Naik 17,6%, Aset Asuransi Melonjak ke Rp628,68 Triliun

"Kedua karena kegagalan usaha yang disebabkan oleh bencana alam sehingga menyebabkan kerusakan sarana pembudidayaan mencapai lebih 50%," jelas dia.

Ichsanuddin menyebutkan program asuransi ini baru bekerjasama dengan 4 perusahaan. Adapun cakupannya hingga 2017  baru di 14 provinsi dengan luas lahan 3.300 hektare. Jumlah pembudidaya sendiri mencapai 2.004. Untuk premi yang sudah dibayarkan pemerintah sepanjang 2017 mencapai Rp1,485 triliun.

Adapun ke 14 provinsi tersebut adalah Aceh, Sumatera Utara, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur,  Kalimantan Selatan,  NTB, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, dan Gorontalo.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini