Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gara-Gara Krisis 1998, Infrastruktur Indonesia Terpuruk di Bawah Standar Global

Ulfa Arieza , Jurnalis-Kamis, 18 Januari 2018 |13:36 WIB
   Gara-Gara Krisis 1998, Infrastruktur Indonesia Terpuruk di Bawah Standar Global
Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro. (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Upaya pemerintah menggenjot pembangunan infrastruktur bukan tanpa alasan. Pasalnya, stok infrastruktur Indonesia dibandingkan dengan Produk Domestik Bruto (PDB) masih sekitar 38%.

Padahal, kata Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, rata-rata standar global stok infrastruktur terhadap PDB adalah 70%.

"Indonesia di 2012 dan mungkin tidak jauh beda di pada hari ini kondisinya masih 32% di bawah standar global," ujarnya dalam acara Proyek Investasi Non Anggaran Pemerintah (PINA) Day 2018, di Grand Ballroom Kempinski, Jakarta, Kamis (18/1/2018).

Baca Juga: Menteri Bambang: Modal Tak Selalu soal Uang

Bambang memaparkan, posisi stok infrastruktur terhadap PDB di jaman orde baru sebelum krisis 1998, pernah di angka 49% atau hampir separuh dari PDB negara. Sayangnya, krisis 1998, mengubah seluruh keadaan tersebut. Setelah krisis, stok infrastruktur terhada pembangunan terus melambat.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement