Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gara-Gara Krisis 1998, Infrastruktur Indonesia Terpuruk di Bawah Standar Global

Ulfa Arieza , Jurnalis-Kamis, 18 Januari 2018 |13:36 WIB
   Gara-Gara Krisis 1998, Infrastruktur Indonesia Terpuruk di Bawah Standar Global
Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro. (Foto: Okezone)
A
A
A

"Tapi gara-gara krisis 1998 collapse semua, sebagian collapse betulan karena keuangannya collapse dengan krisis, sebagian lagi menjadi wan prestasi karena penunjukan pemegang konsesi berbau KKN," kata Bambang.

Baca Juga: Luhut: ADB Tawarkan Rp200 Triliun untuk Normalisasi Sungai Citarum

Secara konsep, apabila pertumbuhan infrastruktur tidak bisa mengikuti pertumbuhan GDP, hal tersebut akan menghambat pertumbuhan ekonomi. "Cuman yang kita khawatir nanti, pertumbuhan di Indonesia tidak akan sustainable dan tidak akan lebih cepat kalau infrastruktur tidak dibenahi,"kata dia.

Lama -lama, lanjut dia, infrastruktur bukan lagi faktor pendukung tapi faktor penghambat dari pertumbuhan. Sebagai gambaran, besaran stok infrastruktur terhadap PDB di negara maju seperti Jepang mencapai di atas 100% atau lebih besar daripada GDP. Sementara China sudah hampir 80% dan Amerika Serikat sekitar 75%-76%.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement