Baca Juga: Industri Rokok Skala Kecil Juga Berhak untuk Hidup
Oleh karenanya dia tidak ingin pemerintah menetapkan regulasi yang akan mematikan industri vape di Idonesia, karena regulasi harusnya mendukung terutama industri vape yang dimiliki anak negeri.
"Bahwa konsumen memiliki hak yang dilindungi konstitusi untuk mengkonsumsi produk lebih rendah (risiko) dan saya rasa ini perlu dukungan pemerintah. Saya yakin regulasi yang diterbitakn untuk mendukung industri bukan mematikan karena ini bisnis anak negeri," jelasnya.
Sementara itu, anggota Asosiasi Vapers Indonesia (AVI) Helmi memberi pengakuan bahwa dia membuktikan sendiri vape lebih sehat dari rokok konvensional.
Baca Juga: Djarum Setor Cukai Rokok Rp27,5 Triliun di 2017, Ini Rinciannya
"Kalau kami di vapers konsumen melihat risiko kecil dari kesehatan itu terbukti, saya pribadi semula dengan rokok konvensional 45kg (berat badan/BB) sekarang 85kg (BB), artinya asupan makan terserap tubuh dan saya melihat resiko kecil jadi kami beralih ke vape," katanya.