"ITS jagonya di sini, kita akan mengembangkan lebih intens dengan bantuan PLN. Kapal itu bisa untuk pariwisata, kemudian nelayan bisa. Butuh rantai pasok yang lebih kuat lagi agar bisa berlayar sampai ke tengah lewat dari Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE)," ujarnya.
Untuk dapat mewujudkan hal itu, membutuhkan kontribusi dari berbagai ilmu yang ada di ITS. Ketut optimis semuanya akan berjalan karena ITS punya jurusan yang mendukung seperti Sistem Perkapalan atau Kelautan dan juga Tenik Elektro untuk pengembangan bisnisnya.
Baca juga: Dengan Konverter Kit, Nelayan Bisa Hemat biaya Bahan Bakar hingga 50%
Selain itu, ITS kerja sama di bidang lain seperti tenologi pembangkit yang non-fosil. Ketut menjelaskan, pihaknya sudah mengembangkan tentang hal itu terutama yang bersumber dari angin, tenaga surya dan biomas.
Sebelumnya ITS menandatangani 36 kesepakatan kerja sama dengan PT PLN (Persero) Regional Sumatera dan PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) Senin (22/1) untuk menindaklanjuti nota kesepahamaan (MoU) yang sebelumnya dijalin.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.