JAKARTA – Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan merilis data waktu ketepatan terbang (on time performance/ OTP) maskapai berjadwal nasional Indonesia. Secara rata-rata, OTP maskapai berjadwal nasional Indonesia cukup baik di tahun 2017 lalu, yaitu di atas 85%. Namun, masih ada saja maskapai yang kerap mengalami delay.
Baca Juga: Industri Perawatan Pesawat Cuma Tumbuh 9% sejak 5 Tahun Terakhir
Dari laporan Direktorat Angkutan Udara Ditjen Perhubungan Udara tersebut juga dicatat adanya keterlambatan penerbangan (delay) tahun 2017 yang mencapai 159.153 penerbangan atau 19,21%, serta pembatalan (cancel) penerbangan mencapai 5.432 penerbangan atau 0,66% dari total penerbangan domestik.
Penyebab delay dan cancel pada tahun 2017 lalu masih didominasi oleh faktor non teknis operasional (terkait dengan maskapai penerbangan), yaitu 9,67% atau 80.094 penerbangan. Disusul oleh faktor teknis operasional (terkait dengan bandar udara) sebesar 6,43% atau 53.250 penerbangan, faktor lain 1,68% (13.931 penerbangan) dan faktor cuaca 1,43% (11.879 penerbangan).