nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tower Pemandu Lalu Lintas Penerbangan di Bandara Pangkalpinang Telan Biaya Rp36,8 Miliar

Arsan Mailanto, Jurnalis · Selasa 13 Februari 2018 08:56 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 02 13 320 1858717 tower-pemandu-lalu-lintas-penerbangan-di-bandara-pangkalpinang-telan-biaya-rp36-8-miliar-karIJwKizU.jpg Foto: Arsan/Okezone

PANGKALPINANG - Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau AirNav Indonesia Cabang Pangkalpinang, Bangka Belitung menggelontorkan dana Rp36,8 miliar untuk pembuatan tower air traffic controller (ATC) di Bandara Depati Amir Pangkalpinang, Bangka Belitung.

Tower ATC atau menara institusi pemandu lalu lintas udara tersebut dibangun setinggi 34 meter dengan 8 lantai.

General Manager AirNav Indonesia Cabang Pratama Pangkalpinang, Agus Istiarno mengatakan pembuatan tower ATC dimulai Juli 2016 sampai November 2017 dengan dana Rp36,8 miliar. Pembangunannya untuk meningkatkan fasilitas seperti alat navigasi bandara, dan melayani masyarakat. 

Baca Juga: Industri Penerbangan RI Tumbuh Pesat, China Juaranya

"Secara umum tower ATC memiliki sangat peran vital dalam jasa penerbangan. Karena seperti kita tahu tupoksinya ATC sangat penting dalam setiap penerbangan di seluruh wilayah Indonesia," ujarnya saat Konferensi Pers di Gedung Tower ATC, Bandara Pangkalpinang, Bangka Belitung, Senin (12/2/2018).

Dia menjelaskan, dulu AirNav Indonesia Pangkalpinang memiliki menara tower buatan tahun 1975, yang saat itu panjang landasan pacu (runway) hanya sepanjang 1.800 meter. Tetapi, kini melalui otoritas bandara yaitu Angkasa Pura II telah memperpanjang runway bandara tersebut menjadi 2.250 meter.

Maka dari itu, kata Agus, AirNav Indonesia Pangkalpinang, Babel ingin meningkatkan kemampuan dengan membangun menara tower baru sebagai upaya meningkatkan kualitas dan melayani penerbangan di seluruh Indonesia sesuai programnya pemerintah. 

Baca Juga: Industri Perawatan Pesawat Tumbuh 9%

"Tugas pelayanan penerbangan itu ada beberapa jenis di antaranya pelayanan lalu lintas penerbangan, pelayanan informasi mengenai penerbangan, pelayanan navigasi, dan pelayanan telekomunikasi," tuturnya. 

Agus menjelaskan, secara statistik, AirNav Indonesia Pangkalpinang, Bangka Belitung telah melayani pergerakan pesawat rata-rata 50 per hari, tetapi jika ada training totalnya itu ada 80-90 per hari tergantung frekuensi karena mobilitas training itu banyak.

"Tugas pemandu ATC ini memberikan layanan pengaturan lalu lintas di udara untuk mencegah antarpesawat terlalu dekat, mencegah tabrakan, dan pesawat yang ada di sekitarnya selama beroperasi. Komunikasi kami langsung dari pilot yang sudah menjadi prosedur penerbangan sesuai SOP dan rules (peraturan)," terangnya.

Baca Juga: Daftar Maskapai Penerbangan dari Paling On time sampai Delay

Tak hanya itu, menurut dia ATC juga berperan dalam pengaturan kelancaran arus lalu lintas, membantu pilot dalam mengendalikan keadaan darurat, memberikan informasi yang dibutuhkan pilot seperti informasi cuaca, informasi navigasi penerbangan, dan informasi lalu lintas udara.

"Peran pilot dan ATC sangat vital selama penerbangan. Semua aktivitas pesawat di dalam Manoeuvring Area diharuskan mendapat mandat terlebih dahulu dari ATC. Kemudian ATC akan memberikan informasi, instruksi, clearance atau mandat kepada pilot sehingga tercapai keselamatan penerbangan, semua komunikasi itu dilakukan dengan peralatan yang sesuai dan memenuhi aturan," ucapnya. 

"AirNav Indonesia memiliki tanggung jawab baru menjaga keseimbangan navigasi di seluruh bandara di Indonesia, termasuk bandara perintis di pedalaman untuk memastikan keselamatan penerbangan dari Sabang sampai Merauke," pungkas Agus.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini