Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Baru 55 Km Lahan Pembangunan Kereta Cepat Jakarta Bandung yang Diserahkan

Giri Hartomo , Jurnalis-Selasa, 20 Februari 2018 |17:29 WIB
Baru 55 Km Lahan Pembangunan Kereta Cepat Jakarta Bandung yang Diserahkan
Ilustrasi Lahan Kereta Cepat. (Foto: ANT)
A
A
A

JAKARTA - Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung terus dikejar pengerjaannya agar bisa selesai pada 2020. Proyek ini dinilai cukup lambat, karena sejak dilakukan groundbreaking dua tahun lalu progres pengerjaannya baru mencapai 10%.

Plt Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC) Dwi Windarto mengatakan, dari total progres tersebut pembangunan sudah dilakukan di wilayah Walini. Selain itu, pengerjaan konstruksi tunnel juga mulai dilakukan di wilayah Halim Perdanakusuma.

"Yang sudah konstruksi di Walini ada tunnel Walini, kemudian tunnel 8, kemudian ada tunnel 1 di Halim," ujarnya di Kantor Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman, Jakarta, Selasa (20/2/2018).

Selain kedua wilayah tersebut lanjut Dwi, pihakanya juga sudah melakukan pengerjaan di dua wilayah Bandung. Kedua wilayah yang dimaksud yakni Cimahi dan juga Padalarang. "Ada pekerja Beijing Plant kemudian stock yard verifikasi sudah dilaksanakan lokasi di Cimahi ada Walini ada Padalarang juga ada," jelasnya.

Baca Juga: Moratorium Infrastruktur Elevated, Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Masih Aman

Meski begitu, lanjut Dwi, dirinya belum bisa menyebutkan secara pasti panjang dari rel yang sudah dibangun. Pasalnya, pembangunan kereta cepat merupakan konstruksi dengan membangun terowongan ke bawah. "Konstruksinya kurang lebih 5% sampai 10%. Kalau itu kan tidak bisa dikatakan berapa panjang sudah dilakukan, karena variatif karena pekerjaan," ucapnya.

Di kesempatan yang sama, Chairman PT PSBI Sahala Lumban Gaol mengatakan, pihaknya juga sudah menyerahkan 55 km tanah yang sudah dibebaskan untuk segera dibangun pengerjaannya. Akan tetapi, dirinya mengakui jika proses pengerjaannya tidak terlihat, dikarenakan letaknya yang jauh dari akses jalan raya. "Jadi gini sekarang kita sudah menyerahkan ke kontraktor 55 km dari 142 km. Jadi kontraktor sudah mulai kerja semua," katanya.

"Speednya sudah mulai cepat nih. Tapi memang sudah kita serahkan yang 55 km ini enggak keliatan di jalan raya kebetulan dia tidak di pinggir jalan tol semuanya. Orang melihat katanya sudah bangun kok enggak keliatan, ya enggak bisa kita pindahkan itu nanti kita aja supaya kalian liat," tambah dia.

Salah satu contohnya, adalah pembangunan tunnel atau terowongan yang sudah dilakukan di dua titik yakni Halim Perdana Kusuma dan juga Walini. Selain itu para kontraktor juga sudah mulai pembangunan rel elivated (layang) di wilayah Kabupaten Karawang. "Di daerah Karawang ada itu yang Elevated. Dibandung terowongan malah tunnelnya .tunnel Walini. Sudah di bor," jelasnya.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement