Sebelumnya, PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) menyebut pembebasan lahan untuk proyek kereta cepat Jakarta Bandung saat ini baru menyentuh angka 54%. Dari jumlah tersebut, tanah yang dimiliki merupakan milik instansi pemerintahan seperti Badan Usaha Milik Negara (BUMN) hingga TNI Angkatan Udara (TNI AU).
Chairman PT PSBI Sahala Lumban Gaol mengatakan meskipun saat ini baru sekitar 54% namun dirinya optimis pada bukan April 2018 seluruh masalah pembebasan lahan bisa rampung semua. Sehingga pengerjaan proyek kereta Jakarta Bandung bisa segera dikerjakan.
Lebih lanjut Sahala menambahkan, meskipun target pembebasan lahan dikebut namun sama sekali tak ada penambahan biaya yang akan dikucurkan nantinya. Artinya biaya untuk pembebesan lahan sudah termasuk dalam nilai investasi proyek senilai USD6,071 atau sekitar Rp81,9 triliun (mengacu kurs Rp13.500).
Menurut Sahala, pihaknya juga sudah menyerahkan 55 kilometer tanah yang sudah dibebaskan untuk segera dibangun pengerjaannya. Akan tetapi dirinya mengakui jika proses pengerjaannya tidak terlihat dikarenakan letaknya yang jauh dari akses jalan raya.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.