Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pengakuan Dosa Waskita Karya: Dari Girder Tak Standar hingga Abaikan Angin

Feby Novalius , Jurnalis-Kamis, 22 Februari 2018 |16:31 WIB
Pengakuan Dosa Waskita Karya: Dari <i>Girder</i> Tak Standar hingga Abaikan Angin
Moratorium Infrastruktur. (Foto: Okezone)
A
A
A

"Pada saat melakukan ini, berdasarkan pengalaman di Bocimi kami tidak lakukan lembur malam karena riskan. Jadi 1,2,3 kami hentikan jam 5 sore. Saat errection keempat ini, ini ternyata di sana ada eksentrisitas," sambungnya.

Kemudian, di Pejagan-Pemalang, panjang girder juga tidak standar yaitu 50,8 meter. Perbaikan dari kejadian sebelumnya, ternyata pemasangan girder titik duduknya tidak boleh ada selisih sedikit pun. Ppada saat dia ada selisih tinggi, dia menimbulkan daya dorong berbeda dari titik satu ke titik lainnya.

"Sapa yang kita dapatkan dari semua ini? Akhirnya kami mereview kembali, memanggil para ekspert, termasuk dari PUPR untuk mengkaji. Sehingga dilakukan kajian dan diperlukan waktu tiga bulan untuk cari tahu apa yang terjadi," tuturnya.

Tercatat kurang lebih ada 14 kecelakaan konstruksi yang terjadi dalam kurun waktu 2 tahun terkahir. Dari 14 kasus tersebut, 6 diantaranya merupakan proyek konstruksi yang digarap oleh Waskita Karya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun meminta seluruh proyek layang (elevated) yang tengah dikerjakan dihentikan sementara. Hal tersebut berimbas pada penghentian sementara proyek besar di bawah Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Presiden menegaskan, penghentian proyek elevated tersebut, tidak hanya pada infrastruktur jalan tol, tetapi menyeluruh termasuk light rail transit (LRT) dan fly over di seluruh Indonesia. Jokowi juga meminta agar seluruh proyek pembangunan yang dilakukan pemerintah diawasi ketat secara rutin.

Instruksi Presiden tersebut disampaikan merespons kecelakaan kerja yang kembali terjadi pada proyek infrastruktur. Kemarin, cetakan untuk pengecoran beton atau bekisting pier head jalan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) di Jalan DI Pandjaitan, Jakarta Timur, terjatuh sekitar pukul 03.00 WIB. Akibatnya, tujuh orang mengalami luka berat dan saat ini dirawat di Rumah Sakit (RS) UKI dan RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Ambruknya cetakan beton untuk tiang penyangga Tol Becakayu yang digarap PT Waskita Karya (Persero) Tbk itu, menambah panjang daftar kecelakaan pada proyek infrastruktur yang digarap pemerintah. Dalam tujuh bulan terakhir setidaknya 16 insiden kecelakaan kerja di sejumlah proyek infrastruktur besar di Tanah Air.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement