Citilink Bidik Rp10 Miliar dengan Jualan Gantungan hingga Makanan

Koran SINDO, Jurnalis · Jum'at 23 Februari 2018 10:39 WIB
https: img.okezone.com content 2018 02 23 320 1863599 citilink-bidik-rp10-miliar-dengan-jualan-gantungan-hingga-makanan-7VPOtPfDz3.jpg (Foto: Koran SINDO)

JAKARTA - Maskapai Berbiaya Hemat (LCC) Citilink Indonesia pada tahun ini menargetkan pendapatan dari bisnis pendukung atau ancillary revenue sebesar Rp10 miliar per bulan, naik signifikan dibanding 2017 yang berkisar Rp1 miliar-Rp2 miliar per bulan.

Vice President Cargo and Ancillary Citilink Benny Rustanto mengatakan, ancillary revenue merupakan salah satu tulang punggung di bisnis penerbangan. Untuk mendongkrak pendapatan dari bisnis penjualan nontiket tersebut, digitalisasi merupakan salah satu kunci. Dalam hal ini, Citilink menggandeng perusahaan e-commerce JD.ID dan Aerofood ACS.

“Dengan menggandeng JD.ID dan Aerofood ACS, maka akan memperluas penetrasi pasar sehingga kami bisa mencapai target pendapatan. Pada 2018 ini, khususnya untuk penjualan merchandise, Citilink Indonesia menargetkan hampir Rp10 miliar per bulan,” ujarnya di sela-sela pengenalan Citilink Store di Jakarta, kemarin.

Menurut Benny, Citilink Store merupakan salah satu produk andalan Citilink Indonesia untuk memberikan kemudahan para penumpang dalam berbelanja, baik dilakukan sebelum, saat, dan sesudah perjalanan. Dengan menggandeng perusahaan e-commerce, kata Benny, kategori produk dan jenis yang dita warkan semakin banyak.

Citilink juga sudah menyiapkan infra struktur untuk mengakomodasi penambahan itu.

“Dalam waktu dekat Citilink juga akan segera meluncurkan wifi on board. Dengan adanya konektivitas wifi akan mempermudah semuanya, baik dari pembelian sampai pembayaran. Artinya, dengan digitalisasi bisa mendongkrak ancillary revenue,” tuturnya.

Head Marketing JD.ID Demmy Indranugroho mengatakan, kehadiran Citilink Storese cara resmi ini merupakan kelanjutan dari kerja sama dengan JD.ID sejak pertengahan tahun lalu.

“Inilah kontribusi nyata kami untuk memberikan nilai tambah terhadap industri penerbangan dan perkembangan industri perdagangan di Indonesia,” ujarnya. (Inda Susanti)

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini