nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sri Mulyani Kesal dengan LSM Ini, Apa Sebabnya?

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Senin 26 Februari 2018 12:10 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 02 26 320 1864786 sri-mulyani-kesal-dengan-lsm-ini-apa-sebabnya-ifLgIrKiLM.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri mulyani Indrawati menegaskan hingga saat ini kementerian Keuangan (Kemenkeu) selalu transparan dalam melaporkan belanja barang dan jasa yang dilakukan. Oleh karena itu, pihaknya selalu membuat workshop mengenai barang dan jasa seperti hari ini.

Sri Mulyani pun mengatakan ada kekeliruan yang disampaikan oleh lembaga swadaya masyarakat (LSM) Indonesia Corruption Watch (ICW) bahwa Kementerian Keuangan tidak transparan.

"Saya ironis hari ini saya bikin acara seperti ini dan ada berita yang dirilis dengan mengangkat dari ICW disebutkan bahwa Kementerian Keuangan mendapat ada belanja Rp18 triliun," ungkapnya di Gedung Dhanapala, Jakarta, Senin (26/2/2018).

Baca Juga: Sri Mulyani: Generasi Milenial Lebih Pilih Jadi CEO Go-Jek daripada Menkeu

Dia pun memaparkan anggaran belanja barang dan jasa kementerian Keuangan pada 2017 sebesar sekitar Rp27 triliun, yang terdiri dari belanja pegawai Rp17 triliun.

"Jadi tidak mungkin ada Rp18 triliun. Sebagian dari belanja barang adalah untuk pembayaran listrik dan air dan perjalanan dinas yang tidak dilakukan procurement seperti yang dibayangkan," jelasnya.

Oleh karenanya, Sri Mulyani meminta pihaknya untuk segera mengkonfirmasi ke ICW mengenai permasalahan ini. Pasalnya dia menilai ICW telah mencemarkan nama baik Kementerian Keuangan sebagai bendahara negara.

Baca Juga: Kelola APBN, Sri Mulyani: Jangan Cuma Terima Duit Doang

"Karena, buat saya ini adalah reputasi yang sensitif keluar dari ICW mengatakan bahwa kementerian keuangan tidak transparan dan bahkan ada Rp18 triliun pengadaan yang tidak dilakukan melalui program yang transparan, itu adalah suatu berita yang sangat penting untuk dikoreksi," tukasnya.

Seperti diketahui, ICW menyatakan Kementerian Keuangan adalah salah satu Kementerian yang tidak melaporkan seluruh anggaran barang dan jasa ke Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP). Dikatakan dari Rp24 triliun anggaran yang dilaporkan hanya Rp4,9 triliun. Artimya ada Rp19,1 triliun yang tidak dicantumkan di SIRUP.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini