PNBP Sektor ESDM Dipatok Rp120,3 Triliun di 2018

ant, Jurnalis · Senin 05 Maret 2018 18:06 WIB
https: img.okezone.com content 2018 03 05 20 1868216 pnbp-sektor-esdm-dipatok-rp120-3-triliun-di-2018-zMXpVwyf7b.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tahun 2018 ditargetkan sebesar Rp120,3 triliun atau 44% dari total rencana PNBP nasional sebesar Rp275,4 triliun berdasarkan APBN 2018.

Namun angka tersebut diperkirakan dapat lebih tinggi karena asumsi harga minyak mentah atau Indonesia Crude Price (ICP) yang digunakan dalam APBN 2018 sebesar 48 dolar AS per barel, sementara realisasi ICP bulan Januari 2018 sebesar USD65,6 per barel dengan tren peningkatan sejak Juni 2017, demikian data Kementerian ESDM yang dihimpun Antara, di Jakarta, Senin (5/3/2018).

Baca Juga: Sri Mulyani Minta Tarif PNBP 0% bagi Masyarakat Tak Mampu

Peningkatan ICP sejak Juni 2017 hingga Januari 2018, berturut- turut sebesar USD43,7 per barel, USD45,5 per barel, USD48,4 per barel, USD52,5 per barel, USD54,0 per barel, USD59,3 per barel, USD60,9 per barel dan USD65,6 per barel.

Berdasarkan kalkulasi awal saat penyusunan APBN 2018 lalu, setiap kenaikan rata-rata satu dolar per barel ICP, diperkirakan berpotensi meningkatkan PNBP migas sekitar Rp3,1 triliun (ceteris paribus, apabila asumsi yang berpengaruhnya lainnya dianggap tetap).

Baca Juga: Sri Mulyani dan Komisi XI Bahas RUU PNBP Selama 3 Jam, Ini Hasilnya

Memperhatikan perkembangan harga tersebut, PNBP migas 2018 berpotensi naik dibandingkan rencana dalam APBN 2018. Pemerintah akan terus monitor dan mengantisipasi perkembangan tersebut.

Jika dilihat secara utuh, total penerimaan sektor ESDM termasuk pajak migas pada tahun 2018 direncanakan sebesar Rp158,4 triliun, di mana sebesar 76% atau Rp120,3 triliun dari jumlah tersebut merupakan PNBP.

Baca Juga: Rapat Pertama Sri Mulyani dengan Komisi XI di 2018 Bahas RUU PNBP hingga BLU Sawit

Rencana penerimaan sektor ESDM tahun 2018 dimaksud, terdiri atas penerimaan migas sebesar Rp124,6 triliun mencakup PNBP migas sekitar Rp86,5 triliun dan PPh migas sebesar Rp38,1 triliun. Selain itu, PNBP mineral dan batubara (minerba) sebesar Rp32,1 triliun, PNBP panas bumi sebesar Rp0,7 triliun dan penerimaan lainnya sekitar Rp1 triliun. Penerimaan sektor ESDM tersebut belum termasuk penerimaan dari perpajakan minerba, dan penerimaan sewa dan jasa lainnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini