Tanpa Izin, 9,1 Ton Jeruk Mandarin Ilegal asal China Diamankan

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Selasa 13 Maret 2018 21:55 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 03 13 320 1872319 tanpa-izin-9-1-ton-jeruk-mandarin-ilegal-asal-china-diamankan-GbuFBrvHG5.jpg Foto: Jeruk Ilegal Asal China (Wahyudi/Okezone)

MEDAN – Sebanyak 7 kontainer berisi 9,1 ton jeruk mandarin asal China disita petugas gabungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan serta petugas Kementerian Perdagangan dari lokasi pergudangan Diski Centre di Jalan Medan-Binjai KM 15,7, Kecamatan Sunggal, Deliserdang, Sumatra Utara.

Ketujuh kontainer itu disita lantaran masuk ke Indonesia secara ilegal tanpa dilengkapi dokumen sesuai dengan ketentuan impor ‎produk hortikultura.

Kepala Kantor DJBC Belawan, Haryo Limanseto, keberadaan produk impor ilegal ini berhasil diungkap atas penyelidikan bersama antara Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan serta petugas Kementerian Perdagangan.

“Penyitaan ini kita lakukan sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No 28 Tahun 2018 tentang Pelaksanaan Pemeriksaan Tata Niaga Impor Di Luar Kawasan Kepabeanan. Total ada 9,1 ton yang kita sita,” sebut Haryo, Selasa (13/3/2018).

 Baca juga: BPS Catat Ada Kenaikan Impor Jeruk Mandarin Jelang Imlek 2018

Haryo mengaku, sehubungan dengan penyitaan tersebut, pihaknya juga sudah memeriksa pemilik barang tersebut. Yakni dari PT Suci Abadi. “Importirnya nanti akan kita kenakan denda,” jelasnya.

Direktur Tertib Niaga Kementerian Perdagangan Veri Anggrijono jelaskan didalam dokumen impor dilakukan perusahan tersebut, adalah apel. Namun, juga ditemukan jeruk. Padahal untuk impor komoditi jeruk, Pemerintah Indonesia hanya memberikan izin kepada negara Pakistan saja.

"Permendag No 28 itu sebenarnya memberikan kemudahan pada pengusaha. Tapi kenyataannya, pengusaha malah menyalahgunakan kemudahan itu," ungkap Veri.

 Baca juga: Impor Jeruk Mandarin ke Indonesia Naik 147,5% Jadi Rp131,92 Miliar

Veri mengatakan akan mendalami daerah distribusi jeruk tersebut karena masuk melalui kota Medan, termasuk melakukan pemeriksaan terhadap pihak terlibat. "Semua keluar dari Pelabuhan kita lakukan pengawasan. Sama-sama pemerintah bersinergi melakukan tindakan kepada pelaku-pelaku usaha," tandasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini