nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Presiden Jokowi Ingin Tarif Tol Turun, Begini Hitungannya

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 23 Maret 2018 13:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 03 23 320 1876924 presiden-jokowi-ingin-tarif-tol-turun-begini-hitungannya-O2g2n3ujI4.jpg Tarif Jalan Tol akan Diturunkan. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo meminta agar tarif tol bisa diturunkan dari yang berlaku saat ini. Merespons hal tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat pun langsung mengambil sikap dengan berencana memperpanjang masa konsesi dari tol menjadi maksimal 50 tahun.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuldjono mengatakan dengan adanya perpanjangan konsesi, sangat memungkinkan tarif tol bisa turun karena beban pengembalian keuntungan semakin lama sehingga tarif tol bisa diturunkan. Karena menurutnya, selama ini naiknya tarif tol adalah bertujuan untuk mengembalikan hasil keuntungan selama masa konsesi dengan waktu terbatas.

"Ini lagi kita hitung lagi. Tapi kemarin presiden mendukung, nanti kita studi lagi," ujarnya saat ditemui di Kementerian PUPR, Jakarta, Jumat (23/3/2018).

Baca Juga : Tarif Tol Akan Diturunkan, Konsesi Maksimal Jadi 50 Tahun

Sebagai contohnya lanjut Basuki, untuk tarif di tol Ngawi Kertosono, adanya perpanjangan masa konsesi tersebut bisa menurunkan sekitar Rp200 per kilometernya (km) menjadi Rp1.000 per kilometer untuk golongan 1. Artinya jika menempuh 48 km maka pengendara hanya perlu mengeluarkan Rp48.000 saja dari tarif sebelumnya adalah Rp57.600.

Hal tersebut didapatkan dari hasil penghitungan tarif dasar dikalikan dengan jarak tempuh pengendara. Artinya, jika menempuh sepanjang 48 km maka Rp1.000 x 48 km yang hasilnya adalah Rp48.000.

"Banyak sekali. Misalnya kita punya Ngawi-Kertosono, 48 km, ini contoh IRR 15,5 kalau kita perpanjangan 50 tahun, per tahunnya dengan perubahan masa konsesi dari Rp1.200 bisa sampai Rp1.000, kita juga ingin menurunkan lagi di bawah Rp1.000. Itu lagi dihitung. Rata-rata bisa turun Rp200 per km kalau dengan memperpanjang itu," jelasnya.

Baca  Juga : Pra Konreg Berakhir di Jambi, Inilah Target Kementerian PUPR Tahun 2019

Sementara untuk golongan lainnya, golongan II akan turun sekitar Rp300 menjadi Rp1.500 per kilometer. Artinya jika menempuh jarak 48 km di jalur tol Ngawi Kertosono, maka pengendara hanya perlu mengeluarkan Rp72.000 (1,5 x tarif dasar).

Selanjutnya untuk golongan III tarif dasarnya turun menjadi Rp2.400 per km dengan tarif akhir yakni Rp96.000 (2 x tarif dasar). Dan untuk golongan IV turun menjadi Rp3.000 per km dengan tarif akhir yakni Rp120.000 dan untuk golongan V menjadi Rp3.600 dengan tarif akhirnya, yakni Rp144.000 (3 x tarif dasar).

"Nanti gol II 1,5 kali itu, gol III 2,5 kali itu, gol IV 3 kali itu,Itu pun pendapatannya tidak akan berkurang, karena selam ini yang banyak masuk itu golongan II dan III yang ini kan yang jarang masuk yang berat-berat itu. Volume uang yang didapat BUJT tidak berkurang," jelasnya.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini