Share

Sah, Perry Jadi Gubernur BI Gantikan Agus Martowardojo

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 28 Maret 2018 18:06 WIB
https: img.okezone.com content 2018 03 28 20 1879244 sah-perry-jadi-gubernur-bi-gantikan-agus-martowardojo-P3t1PBSCoq.jpg Foto: Perry Warjiyo Jadi Gubernur BI (Koran Sindo)

JAKARTA - Komisi XI DPR RI telah usai melakukan uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) kepada Perry Warjiyo. Perry merupakan calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI) yang diajukan Presiden Joko Widodo.

Tes ini pun berlangsung selama sejak pukul 11.45 WIB-15.28 WIB, yang sempat diskors untuk istirahat selama 30 menit.

Usai melakukan fit and proper test, Komisi XI pun rapat secara internal untuk menentukan keputusan, baik terkait pemilihan Gubernur BI maupun Deputi Gubernur BI.

 Baca Juga: 7 Strategi Calon Tunggal Gubernur BI Perry Warjiyo, Apa Saja?

Setelah berjarak sekira 1,5 jam, pada pukul 17.00, Ketua Komisi XI DPR RI Melchias Marcus Mekeng mengumumkan hasil rapat internal tersebut. Komisi XI pun sepakat meloloskan Perry menjadi Gubernur BI, yang menggantikan Agus Martowardojo.

"Komisi XI kami sudah memutuskan secara musyawarah mufakat secara bulat 10 fraksi memutuskan untuk Gubernur BI saudara Perry Warjiyo," ungkap Mekeng di DPR RI, Jakarta, Rabu (28/3/2018).

 

Selain memilih Perry sebagai Gubernur BI, juga diputuskan jabatan Deputi Gubernur BI akan diserahkan pada Dody Budi Waluyo.

"Kami juga sepakat untuk Deputi Gubernur BI dipilih saudara Doddy Budi Waluyo," imbuhnya.

  Baca Juga: Ujian Gubernur BI Baru: Tahun Politik hingga Inflasi

Dia pun menyatakan, musyawarah ini terdiri dari 36 anggota Komisi XI yang terdiri dari 10 fraksi. Di mana semua anggota menyampaikan pandangan mereka sehingga disepakati keduanya terpilih menjadi Gubernur BI dan Deputi Gubernur BI.

"Kami secara musyawarah mufakat, masing-masing poksi (kelompok fraksi) menyampaikan calon mereka, dan semua poksi menyampaikan yang sama," jelasnya." jelasnya.

Dia pun mengatakan, hasil keputusan tersebut rencananya akan disampaikan dalam rapat Paripurna pada Selasa depan, 3 April 2018.

"Hari ini kita kasih surat kepada Pimpinan DPR (Bambang Soesatyo), untuk dijadwalkan di paripurna. Kalau Selasa jadi ada paripurna, bisa dibacakan hasil kita," pungkasnya.

Melansir situs BI, Perry Warjiyo telah menjabat sebagai Deputi Gubernur BI dengan masa periode 2013-2018. Pria kelahiran Sukaharjo, 25 Februari 1959 ini sebelum menjadi Deputi Gubernur, dia menjabat sebagai Asisten Gubernur untuk perumusan kebijakan moneter, makroprudensial dan internasional di Bank Indonesia. Jabatan tersebut diemban setelah menjadi Direktur Eksekutif Departemen Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter, Bank Indonesia.

Pria yang merupakan lulusan Universitas Gajah Mada pada tahun 1982 dengan gelar Sarjana Ekonomi (SE) ini, pernah menduduki posisi penting selama dua tahun sebagai Direktur Eksekutif di International Monetary Fund, mewakili 13 negara anggota yang tergabung dalam South-East Asia Voting Group.

Perry tercatat memiliki karier yang panjang di Bank Indonesia sejak tahun 1984, khususnya di area riset ekonomi dan kebijakan moneter, isu-isu internasional, transformasi organisasi dan strategi kebijakan moneter, pendidikan dan riset kebanksentralan, pengelolaan devisa dan utang luar negeri, serta kepala Biro Gubernur.

Di sisi lain, Perry juga sebagai dosen Pasca Sarjana di Universitas Indonesia di bidang Ekonomi Moneter dan Ekonomi Keuangan Internasional, di samping sebagai dosen tamu di sejumlah universitas di Indonesia.

Gelar Master dan PhD di bidang Moneter dan Keuangan Internasional diperoleh dari Iowa State University, AS, masing-masing pada tahun 1989 dan 1991. Perry Warjiyo telah menulis dan mempublikasikan sejumlah buku, jurnal, dan makalah di bidang ekonomi, moneter, dan isu-isu internasional.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini