8 Fakta, Perry Warjiyo dan Dody Budi Menuju Kursi Bos BI

Koran SINDO, Jurnalis · Rabu 04 April 2018 11:32 WIB
https: img.okezone.com content 2018 04 04 20 1881893 8-fakta-perry-warjiyo-dan-dody-budi-menuju-kursi-bos-bi-4gqG7kYRDb.jpg Foto: Perry Warjiyo Jadi Gubernur BI (Yohana/Okezone)

JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia terpilih Perry Warjiyo menetapkan salah satu prioritas kebijakannya untuk melanjutkan pendalaman pasar keuangan.

Hal itu untuk mempermudah alternatif pendanaan dari swasta dan mengurangi beban fiskal pemerintah untuk pembangunan. Apa saja yang menjadi fokus Perry Warjiyo? Berikut ini seperti dirangkum, setelah Perry disahkan menjadi Gubernur BI dalam sidang paripurna DPR, di Jakarta, Selasa 3 April 2018.

1. Akselerasi pendalaman pasar menjadi prioritas.

"Kami bersama dengan OJK dan Kementerian Keuangan, fokus bersama bagaimana pasar keuangan membangun pembiayaan infrastruktur,” kata Perry Warjiyo,

Perry mengatakan, otoritas moneter dalam beberapa tahun terakhir terus memperdalam pasar keuangan dengan mempermudah penerbitan instrumen surat utang dan juga membangun landasan kehati-hatian bagi pelaku pasar dan industri. Di pasar valas, kata Perry, tahun ini volume transaksi sudah mencapai USD6 miliar.

Dalam transaksi tersebut, sebanyak 40% mencakup transaksi derivatif untuk lindung nilai agar penarikan pendanaan lebih hati-hati. ”Banyak yang sudah kita capai di pasar keuangan,” ujar dia.

Dengan pasar keuangan yang semakin dalam, lanjut Perry, swasta dapat lebih mudah memperoleh utang dari instrumen di pasar.

Hal itu juga untuk mengompensasi jika permintaan kredit dari perbankan belum terpenuhi. ”Jadi, pembiayaan yang komersial dan swasta itu bisa dibiayai oleh surat utang atau earningback asset sehinggadalam konteks ini bisa kurangi beban fiskal dan BUMN dalam pembangunan,” ucap dia.

2. Bank Sentral menargetkan untuk dapat meningkatkan penggunaan instrumen lindung nilai terbaru, call-spread, yang dapat menurunkan biaya lindung nilai yang ditanggung korporasi.

Kebutuhan pendanaan pembangunan infrastruktur sesuai RPJMN yang disusun Bappenas periode 2015-2019 mencapai Rp5.519 triliun, di mana instrumen fiskal APBN hanya mampu memenuhi 40%- nya. Kekurangan pendanaan itu diharapkan dipenuhi oleh swasta dan juga BUMN.

Pada 2017, pendanaan korporasi dari pasar modal melalui berbagai instrumen pendanaan sebesar Rp172 triliun atau 24% dari total pendanaan sektor jasa keuangan, menurut data OJK. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) melalui sidang paripurna, kemarin menetapkan Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia periode 2018-2023 menggantikan Agus Martowardojo.

3. Pimpinan wakil rakyat juga menetapkan Dody Budi Waluyo sebagai Deputi Gubernur BI periode 2018-2023 menggantikan Perry Warjiyo.

”Penetapan dapat disetujui,” kata Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan, setelah menerima suara para anggota parlemen.

4. Perry dan Dody mendapat persetujuan dari Komisi XI DPR RI pascauji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test ).

Perry dan Dody mendapat suara bulat dari 10 fraksi partai politik di Komisi XI DPR. ”Komisi XI DPR memutuskan musyawarah mufakat untuk menetapkan Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia periode 2018-2023 dan Dody Budi Waluyo sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia periode 2018-2023,” kata Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Achmad Hafisz Tohir, dalam sidang paripurna.

5. Komisi bidang Keuangan dan Perbankan meminta Perry dan Dody menjaga stabilitas perekonomian dalam menghadapi adanya potensi gejolak ekonomi global. Stabilitas perekonomian tersebut harus dilakukan dengan kebijakan moneter yang menekankan pada upaya untuk memelihara stabilitas nilai rupiah.

”Calon Gubernur Bank Indonesia dan calon Deputi Gubernur Bank Indonesia terpilih dapat meningkatkan koordinasi dengan Pemerintah, OJK, dan DPR terkait dengan kebijakan Bank Indonesia di bidang moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran dengan tetap menjaga independensi Bank Indonesia,” papar Hafisz.

6. Penetapan Perry dan Dody akan disahkan oleh Mahkamah Agung.

Dody akan resmi bertugas sebagai Deputi Gubernur BI pada 15 April 2018, sedangkan Perry pada 24 Mei 2018.

7. Menurut Ekonom Center of Reform on Economic (CORE) Indonesia Piter Abdullah menuturkan, terpilihnya Perry sebagai gubernur secara aklamasi menunjukkan dia berhasil meyakinkan semua pihak di parlemen bahwa dia akan membawa BI untuk lebih berperan dalam mendorong pertumbuhan.

Tidak sekadar menjaga kestabilan dan menomorduakan pertumbuhan.”Kita harapkan hal ini nanti benar-benar akan diwujudkan oleh Perry sebagai gubernur dibantu Doddy B Waluyo yang terpilih sebagai DG BI selama lima tahun ke depan,” kata dia.

8. Saat ini pemerintah dihadapkan pada tantangan pembiayaan pembangunan di tengah terbatasnya penerimaan pajak. ”Pak Perry dan Pak Doddy memiliki peluang dan kemampuan membantu pemerintah mengatasi keterbatasan sumber pendanaan pembangunan ini,” ujarnya. (Hatim Varabi/Kunthi Fahmar Sandy/Ant)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini