Jadi Gubernur BI, Perry Warjiyo Mempererat Hubungan dengan Ditjen Pajak

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 29 Maret 2018 13:39 WIB
https: img.okezone.com content 2018 03 29 320 1879595 jadi-gubernur-bi-perry-warjiyo-mempererat-hubungan-dengan-ditjen-pajak-iAzwQvIRsR.jpg Foto: Giri Hartomo

JAKARTA - Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) menyetujui Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI). Perry pun akan menggantikan Gubernur BI saat ini Agus Martowardojo. 

Menanggapi hal tersebut, Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Robert Pakpahan mengaku, menyambut baik penunjukan Perry Warjiyo sebagai Gubernur BI yang baru. Bahkan dirinya mendukung penunjukan Perry sebagai pengganti Agus.

"Kita mendukung aja selama ini juga kan Pak Perry sebagai Deputi Gubernur juga sering kerjasama," ujarnya saat ditemui di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) LTO, Sudirman, Jakarta, Kamis (29/3/2018).

Baca Juga : DPR Minta Pimpinan Baru Bank Indonesia Lebih Greget

Lebih lanjut Robert mengatakan, meskipun memiliki Gubernur baru, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menjamin hubungan dengan Bank Indonesia akan tetap terjalin dengan baik. Pasalnya, selama menjabat sebagai Deputi Gubernur BI dahulu sudah sering sekali melakukan komunikasi untuk melakukan kerja sama antara BI dengan DJP.

Sebagai informasi, kemarin Komisi XI DPR-RI usah melakukan. Uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper feat) kepada Perry Warjiyo. Perry Warjiyo sendiri merupakan calon tunggal Gubernur Bank Indonesia yang diajukan oleh Presiden Joko Widodo. 

Setelah melakukan uji kelayakan, Ketua Komisi XI DPR RI Melchias Marcus Makeng mengumumkan hasil rapat yang menyebut Komisi XI sepakat meloloskan Perry menjadi Gubernur BI yang menggantikan Agus Martowardojo. Selain memilih Perry, sebagai Gubernur BI, Komisi XI juga memutuskan menyerahkannya Dody Budi Waluyo sebagai Deputi Gubernur BI.

Kedua nama tersebut nantinya akan dibawa menuju Rapat Paripurna DPR RI untuk diputuskan oleh Ketua DPR. Setelah itu nama tersebut akan diserahkan kepada Presiden Joko Widodo untuk segera dilantik sebagai Gubernur dan Deputi Gubernur BI yang baru. 

Baca Juga : PR Menumpuk Perry Warjiyo, sang Gubernur BI yang Baru

Melansir situs BI, Perry Warjiyo telah menjabat sebagai Deputi Gubernur BI dengan masa periode 2013-2018. Pria kelahiran Sukaharjo, 25 Februari 1959 ini sebelum menjadi Deputi Gubernur, dia menjabat sebagai Asisten Gubernur untuk perumusan kebijakan moneter, makroprudensial dan internasional di Bank Indonesia. Jabatan tersebut diemban setelah menjadi Direktur Eksekutif Departemen Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter, Bank Indonesia.

Pria yang merupakan lulusan Universitas Gajah Mada pada tahun 1982 dengan gelar Sarjana Ekonomi (SE) ini, pernah menduduki posisi penting selama dua tahun sebagai Direktur Eksekutif di International Monetary Fund, mewakili 13 negara anggota yang tergabung dalam South-East Asia Voting Group. 

Perry tercatat memiliki karier yang panjang di Bank Indonesia sejak tahun 1984, khususnya di area riset ekonomi dan kebijakan moneter, isu-isu internasional, transformasi organisasi dan strategi kebijakan moneter, pendidikan dan riset kebanksentralan, pengelolaan devisa dan utang luar negeri, serta kepala Biro Gubernur.

Di sisi lain, Perry juga sebagai dosen Pasca Sarjana di Universitas Indonesia di bidang Ekonomi Moneter dan Ekonomi Keuangan Internasional, di samping sebagai dosen tamu di sejumlah universitas di Indonesia.

Gelar Master dan PhD di bidang Moneter dan Keuangan Internasional diperoleh dari Iowa State University, AS, masing-masing pada tahun 1989 dan 1991. Perry Warjiyo telah menulis dan mempublikasikan sejumlah buku, jurnal, dan makalah di bidang ekonomi, moneter, dan isu-isu internasional.

(feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini