Resep IMF dan Perry Warjiyo Diingatkan Krisis Ekonomi 1998

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Selasa 03 April 2018 07:57 WIB
https: img.okezone.com content 2018 04 03 20 1881307 resep-imf-dan-perry-warjiyo-diingatkan-krisis-ekonomi-1998-5k340oi7BV.jpg Foto: Perry Warjiyo Jadi Gubernur BI (Yohana/Okezone)

JAKARTA - Perry Warjiyo akan ditetapkan menjadi Gubernur Bank Indonesia (BI) yang baru menggantikan Agus Martowardojo yang memasuki masa pensiun atau purnatugas dalam rapat paripurna hari ini.

Perry, saat uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) dengan Komisi XI, dirinya memaparkan tujuh strategi untuk mencapai visi dan misinya.

Salah satu strategi Perry adalah mendorong peran bank sentral dalam pembangunan perekonomian. Strategi ini mirip dengan usulan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia. BI diminta tidak sekadar menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, namun diberi mandat mendorong percepatan pembangunan.

 Baca Juga: Perry Warjiyo, Anak Petani yang Jadi Gubernur BI

Anggota Komisi XI DPR Faisol Riza mengingatkan Perry untuk tidak melulu menuruti resep dari IMF yang bisa saja membawa situasi menjadi lebih buruk.

BI sebaiknya fokus pada hal-hal penting dan mendesak antara lain penurunan tingkat bunga perbankan, stabilitas nilai tukar Rupiah dan mengelola neraca perdagangan yang defisit pada Januari 2018.

"Hal-hal inilah yang perlu diselesaikan Pak Perry sebagai gubernur BI terpilih. Tidak melulu mengikuti resep IMF karena lembaga ini acap salah," kata Riza dalam keterangan yang diterima, Selasa (3/4/2018).

 Baca Juga: DPR Tetapkan Perry Warjiyo sebagai Gubernur BI Baru di Rapat Paripurna

Mengutip data resmi BI, Riza menyebutkan, neraca perdagangan Indonesia tercatat defisit sekitar USD0,68 miliar pada Januari lalu.

Defisit juga terjadi pada Februari 2018 yang mencapai USD0,12 miliar. Dari jumlah ini, maka total defisit dalam tiga bulan sejak Desember 2017 mencapai USD1,1 miliar.

Soal suku bunga kredit perbankan, menurut Riza, secara rata-rata masih tercatat di atas 10% hingga akhir tahun lalu.

 Baca Juga: 7 Strategi Calon Tunggal Gubernur BI Perry Warjiyo, Apa Saja?

Berdasarkan data uang yang beredar BI, bunga kredit perbankan rata-rata tercatat 11,55% per Oktober 2017. Pun demikian dengan nilai tukar Rupiah hari-hari ini yang nyaris menembus Rp14.000 per USD

"Kita perlu belajar dari sejarah 1998, Argentina dan Yunani. Apalagi kepentingan IMF sebetulnya hanya satu, memastikan lembaga keuangan dan perbankan bisa membayar serta tidak peduli pada pengentasan kemiskinan," kata Riza.

Melansir situs BI, Perry Warjiyo telah menjabat sebagai Deputi Gubernur BI dengan masa periode 2013-2018. Pria kelahiran Sukaharjo, 25 Februari 1959 ini sebelum menjadi Deputi Gubernur, dia menjabat sebagai Asisten Gubernur untuk perumusan kebijakan moneter, makroprudensial dan internasional di Bank Indonesia. Jabatan tersebut diemban setelah menjadi Direktur Eksekutif Departemen Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter, Bank Indonesia.

Pria yang merupakan lulusan Universitas Gajah Mada pada tahun 1982 dengan gelar Sarjana Ekonomi (SE) ini, pernah menduduki posisi penting selama dua tahun sebagai Direktur Eksekutif di International Monetary Fund, mewakili 13 negara anggota yang tergabung dalam South-East Asia Voting Group.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini