Terpilih Aklamasi, Presiden-DPR Satu Selera Pilih Perry Warjiyo Jadi Gubernur BI

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 28 Maret 2018 20:02 WIB
https: img.okezone.com content 2018 03 28 20 1879302 terpilih-aklamasi-presiden-dpr-satu-selera-pilih-perry-warjiyo-jadi-gubernur-bi-02lO01kQqs.jpg Foto: Perry Warjiyo Jadi Gubernur BI (Okezone)

JAKARTA - Komisi XI DPR RI telah memutuskan untuk memilih Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) yang baru. Selain memilih Perry sebagai Gubernur BI, juga diputuskan Dody Budi Waluyo menjabat Deputi Gubernur BI.

Menanggapi hal ini, Politisi PDI Perjuangan Maruarar Sirait mengapresiasi Presiden Jokowi yang terus mendapat dukungan kuat dari parlemen.

 Baca Juga: Sah, Perry Jadi Gubernur BI Gantikan Agus Martowardojo

Kali ini, Jokowi tidak salah pilih merekomendasikan Perry Warjiyo untuk menjadi Gubernur Bank Indonesia (BI) yang baru untuk menggantikan Agus Martowardojo yang masa jabatannya akan habis pada Mei mendatang.

Jokowi sebelumnya mengajukan calon tunggal Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Komisi III menyetujuinya secara aklamasi. Begitu juga dengan calon tunggal Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Komisi I DPR menyepakati secara musyawarah mufakat.

“Lalu pak Jokowi mengajukan calon tunggal gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dan Komisi XI hari ini menyetujuinya secara aklamasi," kata Ara sapaan akrabnya, ditemui di Gedung Parlemen DPR, Jakarta, Rabu (28/3/2018).

 Baca Juga: Menanti Gebrakan 100 Hari Gubernur BI yang Baru

Menurut Ara, hal ini membuktikan bahwa hubungan dan dukungan parlemen terhadap Jokowi cukup baik. Itu juga menunjukkan stabilitas politik dalam negeri berjalan cukup baik. Terbukti, lanjut Ara, selera Presiden Jokowi selalu didukung DPR.

"Ini semua menujukkan bahwa pak Jokowi mampu menjaga stabilitas politik dalam negeri. Setiap calon pejabat yang diusulkan Jokowi selalu disetujui DPR dengan aklamasi. Ini akan baik bagi bangsa ini," pungkas Ara.

Melansir situs BI, Perry Warjiyo telah menjabat sebagai Deputi Gubernur BI dengan masa periode 2013-2018. Pria kelahiran Sukaharjo, 25 Februari 1959 ini sebelum menjadi Deputi Gubernur, dia menjabat sebagai Asisten Gubernur untuk perumusan kebijakan moneter, makroprudensial dan internasional di Bank Indonesia. Jabatan tersebut diemban setelah menjadi Direktur Eksekutif Departemen Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter, Bank Indonesia.

Pria yang merupakan lulusan Universitas Gajah Mada pada tahun 1982 dengan gelar Sarjana Ekonomi (SE) ini, pernah menduduki posisi penting selama dua tahun sebagai Direktur Eksekutif di International Monetary Fund, mewakili 13 negara anggota yang tergabung dalam South-East Asia Voting Group.

Perry tercatat memiliki karier yang panjang di Bank Indonesia sejak tahun 1984, khususnya di area riset ekonomi dan kebijakan moneter, isu-isu internasional, transformasi organisasi dan strategi kebijakan moneter, pendidikan dan riset kebanksentralan, pengelolaan devisa dan utang luar negeri, serta kepala Biro Gubernur.

Di sisi lain, Perry juga sebagai dosen Pasca Sarjana di Universitas Indonesia di bidang Ekonomi Moneter dan Ekonomi Keuangan Internasional, di samping sebagai dosen tamu di sejumlah universitas di Indonesia.

Gelar Master dan PhD di bidang Moneter dan Keuangan Internasional diperoleh dari Iowa State University, AS, masing-masing pada tahun 1989 dan 1991. Perry Warjiyo telah menulis dan mempublikasikan sejumlah buku, jurnal, dan makalah di bidang ekonomi, moneter, dan isu-isu internasional.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini