Ekspor Capai Target, Industri Tekstil RI Punya Potensi Besar

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Rabu 28 Maret 2018 21:24 WIB
https: img.okezone.com content 2018 03 28 320 1879344 ekspor-capai-target-industri-tekstil-ri-punya-potensi-besar-9KCkdEHkbG.jpg Foto: Industri Tekstil RI Punya Potensi Besar (Okezone)

JAKARTA - Industri tekstil dan garmen saat ini menjadi industri strategis bagi perekonomian Indonesia. Sektor manufaktur terbesar ketiga di Indonesia dan menjadi salah satu sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja.

Ekspor tekstil dan produk tekstil Indonesia telah mencapai nilai USD12,4 miliar pada tahun 2017, melebihi target dari Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) sebesar USD11,8 miliar. Pemerintah bahkan menargetkan pertumbuhan ekspor 2019 sebesar USD15 miliar.

"Permintaan tekstil yang tinggi dari Asia Tenggara dan Timur Tengah adalah faktor yang menentukan dalam pencapaian target," kata Project Director PeragaExpo Paul Kingsen dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Rabu (28/3/2018).

Baca Juga: Diajak Jokowi ke Pasar Tanah Abang, Bos IMF: Ini Kekuatan Tekstil RI

Menurutnya, industri tekstil di Indonesia mempunyai potensi dalam mencapai pertumbuhan yang stabil dengan iklim bisnis yang lebih baik dan lebih ramah bagi investor.

Peningkatan daya saing global dalam industri garmen dan tekstil menyiratkan bahwa perusahaan lokal harus meningkatkan mesin yang sudah ada dan mengganti dengan mesin baru guna memotong biaya dan meningkatkan hasil produksi. Digitalisasi mulai banyak diterapkan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas.

"Digitalisasi dan networking membentuk tren masa depan sehingga para pelaku Industri 4.0 merasakan pentingnya mengintegrasikan teknologi ke dalam bisnis mereka," tambah Paul.

 Baca Juga: Simak! Industri Tekstil dan Produk Tekstil Perlu Diversifikasi Produk Nonsandang

Untuk itu, pameran industri tekstil dan produk tekstil (ITPT) terintegrasi bertaraf Internasional yakni Indo Intertex dan Inatex akan kembali digelar di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran pada tanggal 4-7 April 2018.

Pameran tahun ini yang mengambil tema 'Percepatan Pertumbuhan Investasi' juga akan dilengkapi dengan pameran Indo Textprint dan Indo Dyechem.

 Baca Juga: Kemenperin Bidik Investasi Investasi Industri Kimia hingga Tekstil Rp117 Triliun

Pameran yang telah berlangsung selama 16 tahun ini menjadi sarana bagi para stakeholder ITPT untuk berinteraksi berbagi informasi mengenai perkembangan teknologi maupun bisnis ITPT, serta mengkaji peluang berinvestasi dan kerja sama.

"Optimisme pertumbuhan ITPT menjadi pendorong utama diselenggarakannya pameran ITPT bertaraf internasional Indo IntertexInatex 2018," katanya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini