Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bisnis Kuliner Pedas Gak Ada Matinya, dari Maicih hingga Seblak Jeletet

Koran SINDO , Jurnalis-Sabtu, 31 Maret 2018 |11:18 WIB
Bisnis Kuliner Pedas <i>Gak</i> Ada Matinya, dari Maicih hingga Seblak Jeletet
Bisnis kuliner pedas tidak ada matinya. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

2. SEBLAK JELETET, Gunakan Level sebagai Daya Tarik

Makanan pedas yang satu ini cukup familier di kalangan masyarakat Indonesia. Bermula dari coba-coba, Suprapti Murni Sari sukses berbisnis makanan seblak. Bisnis seblak yang dilakukannya ini berawal dari tahun 2014 yang diberi nama Seblak Jeletet Murni.

Awalnya, nama jeletet ini sebagai pelesetan dari istilah jeletot yang berasal dari orang tua angkatnya. Arti jeletet hampir mirip dengan jeletot, hanya istilah yang menjadi tren di kalangan masyarakat. Sedangkan kata murni dalam Seblak Jeletet Murni sendiri diambil dari nama pemiliknya.

Awal mula memutuskan bisnis seblak ini, Murni sudah menetapkan adanya tingkat kepedasan. Penetapan tingkat kepedasan ini untuk menarik pelanggan. Bahkan, sampai saat ini, makanan dengan tingkat kepedasan sudah banyak dijumpai di masyarakat. Seblak Jeletet Murni sendiri memiliki tingkat kepedasan atau level dari 0 sampai 5. "Orang Indonesia suka makanan pedas.

Kalau saya untuk bisnis makanan pedas benar-benar bisa. Tapi ya itu kalau pedas, ya pedasnya harus benar, jangan hanya tingkat levelnya sampai 20, tapi enggak ada pedasnya," kata Murni. Bisnis seblak dengan tingkatan level ini tentu ada kendala yang dihadapi. Bagi pemilik Seblak Jeletet Murni, kendala-kendala dalam bisnis makanan pedas ini dinikmati dan dianggap sebagai proses untuk menuju hal yang lebih besar.

Dibutuhkan proses yang panjang untuk sampai berada di tahap lebih baik. "Saran bisnis makan pedas pantang menyerah. Kalau sudah gampang putus asa terkena goncangan sedikit. Kalau mau bisnis harus tahan terhadap goncangan dan pantang menyerah. Semakin kita tinggi, banyak orang benci sama kita, banyak yang nyinyirin kita.

Kalau kita ngikutin hawa orang, kita bakalan terpuruk," pendapat Murni ketika ditanya terkait saran dalam berbisnis makan pedas. Tidak menjadi hal yang mengkhawatirkan lagi untuk bisnis makanan pedas di Indonesia. Mengingat bahwa cita rasa pedas hampir ditemui di setiap daerah di Indonesia. (Fi Susiyanti/Institut Pertanian Bogor/Gen Sindo)

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement