nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penerimaan Pajak Baru Rp416 Triliun, Ini Kondisi Terkini APBN yang Meleset dari Asumsi

Feby Novalius, Jurnalis · Kamis 17 Mei 2018 13:02 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 05 17 20 1899370 penerimaan-pajak-baru-rp416-triliun-ini-kondisi-terkini-apbn-yang-meleset-dari-asumsi-g90u4dqhL6.jpg Foto: Kondisi Terkini APBN 2018 (Feby/Okezone)

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) merilis pelaksanaan APBN hingga akhir April 2018. Dari sisi realisasi penerimaan dan belanja seluruhnya mengalami perbaikan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, untuk pendapatan negara dan hibah baik nominal dan target keseluruhan APBN sampai akhir April lebih tinggi 2017. Perpajakan sebesar Rp416,9 triliun atau lebih baik dibandingkan capaian tahun lalu periode yang sama sebesar Rp375 triliun. Dari sisi persentase sudah 25,8% dari target perpajakan tahun ini.

"PNBP capai Rp109,9 triliun dibandingkan tahun lalu Rp90,8 triliun atau sudah capai 39,9% dari target tahun ini," ujarnya dalam paparan APBN Kita, di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (17/5/2018).

 

Dari sisi belanja negara, realisasi belanja kementerian dan lembaga (K/L) sebesar Rp165,9 triliun atau lebih baik dibandingkan tahun lalu Rp135,1 triliun. Secara persentase belanja negara tahun ini jauh lebih tinggi dengan capaian sampai akhir April sebesar 20% sedangkan tahun lalu 17%.

Sedangkan transfer ke daerah realisasinya sebesar Rp251,9 triliun atau lebih rendah dibanding tahun lalu sebesar Rp254 triliun. Kemudian untuk dana desa yang sudah tercairkan Rp14,3 triliun atau lebih rendah dari tahun lalu Rp16,7 triliun, hal ini karena adanya perubaha desain pencairan cash forward.

"Secara keseluruhan dari capaian belanja negara dan perpajakan baik nominal dan persentase juga mengalami perbaikan dibandingkan tahun lalu. Ini didorong belanja K/L jauh lebih cepat," tuturnya.

 Rupiah Tak Berisiko Melemah ke Level Rp15.000 per Dolar AS

Di sisi lain untuk asumsi makro pelaksanaan APBN hingga akhir April 2018, pertumbuhan ekonomi sampai sebesar 5,06% atau masih di bawah dari asumsi 5,4%. Oleh karena itu, kata Sri Mulyani, pemerintah akan meningkatkannya di sisi kuartal II, III, dan IV.

"Dengan momentum impor barang baku dan konsumsi Lebaran, puasa serta nanti berbagai pengumuman THR dan gaji diharapkan jaga momentum pertumbuhan, juga akselarasi belanja pemerintah cukup baik," ujarnya.

Untuk inflasi sampai akhir April sebesar 3,4% dari asumsi 3,5%, SPN realisasi 4,1% di bawah 5,2%, nilai tukar Rupiah Rp13,631 lebih tinggi dari asumsi Rp13.400.

"Minyak mentah USD64,1 lebih tinggi asumsi USD48, lifting minyak 750.3000 barel atau lebih rendah dari asumsi 800.000 barel dan lifting gas 1.155 ribu per barel lebih rendah dibandingkan 1.200 ribu per barel," tandasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini