
Di sisi lain untuk asumsi makro pelaksanaan APBN hingga akhir April 2018, pertumbuhan ekonomi sampai sebesar 5,06% atau masih di bawah dari asumsi 5,4%. Oleh karena itu, kata Sri Mulyani, pemerintah akan meningkatkannya di sisi kuartal II, III, dan IV.
"Dengan momentum impor barang baku dan konsumsi Lebaran, puasa serta nanti berbagai pengumuman THR dan gaji diharapkan jaga momentum pertumbuhan, juga akselarasi belanja pemerintah cukup baik," ujarnya.
Untuk inflasi sampai akhir April sebesar 3,4% dari asumsi 3,5%, SPN realisasi 4,1% di bawah 5,2%, nilai tukar Rupiah Rp13,631 lebih tinggi dari asumsi Rp13.400.
"Minyak mentah USD64,1 lebih tinggi asumsi USD48, lifting minyak 750.3000 barel atau lebih rendah dari asumsi 800.000 barel dan lifting gas 1.155 ribu per barel lebih rendah dibandingkan 1.200 ribu per barel," tandasnya.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.