Cara Ajaib Mendag Enggar Menjinakan Harga Beras Hingga Daging Ayam
Menteri Perdagangan Enggartisto Lukita mengakui ada beberapa komoditas pangan yang mengalami kenaikan harga di beberapa daerah belakangan ini.
Khususnya pada tiga komoditas yakni beras, daging sapi, daging dan telur ayam yang menurutnya masih mengalami kenaikan di beberapa pasar daerah.
Menurutnya, kenaikan harga pada tiga komoditas tersebut disebut karena kekurangan suplai ke pasaran, sehingga berdasarkan hukum ekonomi, apabila kurangnya pasokan sedangkan demandnya banyak maka akan mengakibatkan.
"Masih ada, tapi begitu ada langsung kami drop. Begitu ada kami langsung drop dan tadi saya sudah dapatkan laporan dari Jawa Barat," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (23/5/2018).
Oleh karena itu lanjut Enggar, dirinya melakukan upaya-upaya dengan cara turun langsung ke lapangan untuk mensuplai langsung stok pangan di pasaran. Selain itu, dirinya juga memanggil beberapa pemasok bahan pangan ke kantornya untuk mempertanyakan mengapa suplai sampai berkurang.
"Semuanya naik masih dalam rata-rata. Nah, harga daging ayam yang semula terjadi kenaikan, dan kenaikan itu karena suplai berkurang. Kami semua turun ke pasar, disuplai sekitar 30%-40% dari total kebutuhan," jelasnya.
Ajaib, setelah upaya tersebut dilakukan, harga pada tiga komoditas tersebut yang semula naik mulai berangsur turun. Meskipun harganya msih berada di atas patokan.
Salah satu contohnya adalah harga daging dan telur ayam di Bandung.
Sempat mengalami kenaikan pada beberapa waktu yang lalu, saat ini harga dari daging dan telur ayam sudah mengalami penurunan meskipun masih berada di atas batas wajar.
Sementara di pasar Palmerah, sempat ada kenaikan pada harga daging ayam menjadi Rp36.000 per potong. Kini sudah kembali turun dan berada diangka Rp30.000-Rp32.000 per potong.
Begitupun juga pada daging sapi. Karena banyaknya pilihan daging sapi di pasaran baik daging beku ataupun daging segar, membuat harga jual dipasaran kembali normal.
"Harganya sudah turun tapi terlalu kecil, makanya kami panggil lagi integrator untuk suplai, gerojokin itu. Yang semula ada pembatasan, diupayakan agar integrator yang besar tidak masuk ke pasar tradisional, mengingat harganya sudah terlalu tinggi, lepaskan saja dulu. Kami tidak mungkin bermain-main membatasi itu, tetapi tidak ada suplainya," jelasnya.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.