Setelah PayTren, Yusuf Mansur Akan Rambah Peer To Peer Landing

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Senin 04 Juni 2018 14:00 WIB
https: img.okezone.com content 2018 06 04 320 1906278 setelah-paytren-yusuf-mansur-akan-rambah-peer-to-peer-landing-naThJUdQq1.jpeg CEO PayTren Hari Prabowo (Foto: Yohana/Okezone)

JAKARTA – Setelah berhasil mengantongi izin dari Bank Indonesia (BI) pada 23 Mei 2018 untuk layanan uang elektronik PayTren, kini PT Veritra Sentosa International (VSI), perusahaan milik Yusuf Mansur akan segera mengembangkan bisnis peer to peer landing atau platform pinjaman langsung tunai.

“Peer to peer landing kita kan masuk, kita akan masuk yang ke yang mikro, yang pinjamannya Rp500.000 sampai Rp1 juta . Itu kan ga bisa pinjam ke bank , jadi kita enggak distrupsi bank,” ungkap CEO Paytren Hari Prabowo kepada Okezone di Gedung Inews Center, Jakarta, Senin (4/6/2018).

Dia menjelaskan, saat ini sistemnya sedang dipersiapkan, sedangkan proses perizinan sudah diberikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sehingga fintech dengan nama Danaku ini menjadi salah satu yang akan menerima izin. “Sudah masuk OJK, di OJK kan ada 5 (perusahaan yang minta izin), salah satunya punya kita, namanya Danaku,” imbuhnya.

paytren

Selain berkoordinasi dengan OJK, Hari juga menyatakan sudah memenuhi panggilan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk membahas soal bisnisnya peer to peer landing-nya tersebut. Ditargetkan, layanan ini akan diluncurkan pada bulan ini. “Mudah-mudahan sih bulan ini (Juni) atau bulan depan (Juli). Jadi (diluncurkan) tahun ini juga,” katanya.

Tak hanya itu, perusahaan ini juga akan mengembangkan sayap bisnisnya ke remitansi. Bisnis ini pun ditargetkan bisa diluncurkan pada tahun ini juga.

“Remitansi potensi kita besar, kita akan buka, setelah ini beres (PayTren dan Danaku), kita akan buka, mudah-mudahan di tahun ini juga. Lumayan bantu TKI (Tenaga Kerja Indonesia),” ungkapnya.

Dia mengaku, sebelumnya perusahaan dengan akronim Treni ini sempat membuka layanan tersebut, sebelum akhirnya memberhentikannya karena memang tak berizin. Namun, dari pengalaman tersebut diketahui antusias TKI untuk mengirimkan dananya melalui aplikasi cukup besar.

paytren

Heri menyebutkan, terjadi transaksi setidaknya 5 juta per hari melalui aplikasi tersebut. Di mana pengguna bisa melakukan pencairan dana di minimarket terdekat. Selain itu, biaya yang dikenakan pun hanya Rp6.000 per transaksi yang dinilai cenderung lebih murah ketimbang perusahaan lainnya.

“Kita pernah coba buka (bisnis remitansi) untuk bagaimana TKI itu bisa terbantu. Sekarang udah tutup, itu kan crossboarder jadi enggak boleh. Tapi kita juga memang bilang ke BI kalau pernah buka itu,” ujarnya sambil berseloroh.

Di sisi lain, pihaknya juga tengah mengembangkan bisnis ritel online atau e-commerce bernama BlanjaKu. Kendati demikian dia menyatakan, akan terus menjalin kerjasama dengan perusahaan e-commerce lainnya.

“Tentu dengan e-commerce lain kita juga akan tetap kerjasama, kan dunia terus berkembang. Kita buka gerbang, apapun bisnisnya yang penting masih tersentuh teknologi, “ katanya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini