Indeks Dolar AS Melemah Pasca Kenaikan Fed Rate

ant, Jurnalis · Kamis 14 Juni 2018 09:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 06 14 278 1910302 indeks-dolar-as-melemah-pasca-kenaikan-fed-rate-ofGtuKKB6G.jpg Kurs dolar AS melemah (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

NEW YORK - Kurs dolar AS melemah terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Indeks dolar tetap menurun meskipun Federal Reserve menaikkan suku bunga jangka pendek atau suku bunga acuan sebesar 25 basis poin.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,16% menjadi 93,670 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,1773 dari USD1,1748 di sesi sebelumnya, dan pound Inggris meningkat menjadi USD1,3380 dari USD1,3375 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi USD0,7550 dari USD0,7572.

Sempat Sentuh Rp14.200 per Dolar AS, Rupiah Ditutup Menguat 0,53%

Dolar AS dibeli 110,52 yen Jepang, lebih tinggi dari 110,35 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9859 franc Swiss dari 0,9862 franc Swiss, dan jatuh menjadi 1,3000 dolar Kanada dari 1,3018 dolar Kanada.

"Mengingat realisasi dan ekspektasi kondisi-kondisi pasar kerja dan inflasi, Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) memutuskan untuk menaikkan kisaran target untuk suku bunga federal fund rate (FFR) menjadi 1,75% hingga 2,00%," kata bank sentral dalam sebuah pernyataannya pada Rabu (13/6) setelah mengakhiri pertemuan kebijakan dua hari.

The Fed mengatakan pasar tenaga kerja AS telah "terus menguat" dan kegiatan ekonomi telah "naik pada tingkat yang mantap," dengan belanja rumah tangga meningkat dan investasi bisnis tetap tumbuh kuat.

Sempat Sentuh Rp14.200 per Dolar AS, Rupiah Ditutup Menguat 0,53%

The Fed juga mengatakan baik inflasi secara keseluruhan maupun apa yang disebut inflasi inti untuk barang-barang selain makanan dan energi "telah bergerak mendekati 2,00%," menunjukkan bahwa para pejabat Fed semakin yakin tentang inflasi akan mencapai targetnya 2,00%.

Para analis mengatakan pedagang-pedagang mengubah fokus mereka ke kebijakan terbaru Bank Sentral Eropa (ECB) pada Kamis waktu setempat, di mana bank sentral dapat mengumumkan penghentian program pelonggaran kuantitatifnya.

Di sisi ekonomi, Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan pada Rabu (13/6), Indeks Harga Produsen untuk permintaan akhir naik 0,5% pada Mei pada basis disesuaikan secara musiman, sebagian besar didorong oleh kenaikan harga bensin. Dalam 12 bulan hingga Mei, indeks meningkat 3,1%, kenaikan 12 bulan terbesar sejak Januari 2012.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini