Investasi di Sektor Peternakan Masih Rendah, Apa Penyebabnya?

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 04 Juli 2018 14:38 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 07 04 320 1917762 investasi-di-sektor-peternakan-masih-rendah-apa-penyebabnya-hd8Lp7wwOv.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

JAKARTA - Kementerian Pertanian mengakui jika investasi di sektor peternakan masih sangat rendah sekali. Padahal salah satu faktor penting dalam rangka meningkatkan produktivitas adalah investasi.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian I Ketut Diarmita mengatakan, mengatakan, berdasarkan data dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sub sektor peternakan tahun 2017 sebesar Rp842,71 miliar. Jika dipresentasekan, investasi di sektor peternakan hanya sekitar 0,32% dari total PMDN dan 3,67% dari total PMDN Pertanian.

"Salah satu faktor penting dalam rangka peningkatan produksi, produktivitas dan penerapan teknologi adalah investasi, namun demikian investasi di sub sektor peternakan relatif kecil jika dibandingkan sektor ekonomi lainnya," ujarnya saat ditemui di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu (4/7/2018).

 Ketika Peternak Dicium Sapi pada Tradisi Ngguyang Sapi di Embung Bunder Klaten

Menurut Ketut, PMDN di sektor peternakan pada tahun 2017 lalu masih didominasi oleh bidang perunggasan. Adapun angkatan adakah sekitar 74,74% dari total PMDN sub sektor peternakan.

"Jika dibandingkan menurut wilayah, maka sekitar 64,79% PMDN sub sektor peternakan berada di Pulau Sumatera," ucapnya.

Sementara untuk Penanaman Modal Asing (PMA) sub sektor peternakan tahun 2017 juga relatif kecil jika dibandingkan sektor ekonomi lainnya. Tercatat PMA pada tahun 2016 lalu hanya sebesar USD156,33 juta, atau hanya sekitar 0,48% dari total PMA dan sekitar 9,20% dari total PMA sektor pertanian.

 Intip Peternak Memerah Susu Sapi dengan Mesin di Kampung Kancah Bandung Barat

PMA di sub sektor peternakan juga masih terkonsentrasi di Pulau Jawa. Adapun angkanya adalah sekitar 92,96% dari total PMA sub sektor peternakan.

"Kondisi ini memperlihatkan masih minimnya minat investor skala perusahaan untuk berinvestasi di subsektor peternakan, sehingga investasi di subsektor ini lebih mengandalkan investasi rumah tangga, khususnya rumah tangga pedesaan," jelasnya.

Oleh karena itu, Indonesia membuka lebar investasi untuk mewujudkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia. Khususnya dalam pengembang biakan ternak di Tanah Air ini. "Kami sangat mengharapkan dan menantang investor untuk masuk dan berperan serta dalam pengembangan peternakan di Indonesia, khususnya dalam pengembangbiakan ternak," ucapnya.

 

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini