nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Peluang Besar Seleksi CPNS 2018, Indonesia Kekurangan 700.000 Guru

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 20 Juli 2018 06:09 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 07 19 320 1924514 peluang-besar-seleksi-cpns-2018-indonesia-kekurangan-700-000-guru-358w26M2vJ.jpg PNS (Foto: Koran Sindo)

JAKARTA - Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018 akan segera dibuka dalam waktu dekat. Nantinya, ada beberapa formasi yang akan menjadi prioritas dalam pembukaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018 ini, salah satunya adalah tenaga pengajar alias guru.

Khusus tenaga guru, pemerintah akan menyiapkan kuota di luar kuota penerimaan CPNS 2018. Setidaknya pemerintah akan menyiapkan 100.000 untuk tenaga pengajar alias guru pada pembukaan CPNS 2018.

Namun nyatanya, meskipun 100.000 formasi disiapkan kuota tersebut belum bisa memenuhi kekurangan tenaga pengajar secara nasional. Pasalnya, saat ini Indonesia kekurangan sekitar 700.000 guru di seluruh Indonesia.

CPNS Basarnas Ikuti Ujian Computer Assisted Test untuk Jabatan ABK 

Menanggapi hal tersebut Kepala Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik (HKIP) Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) Mudzakir mengatakan, sesuai data yang diberikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memang disampaikan ada kekurangan 700.000 guru secara nasional. Oleh karena itu pihaknya menyiapkan formasi khusus bagi para guru sebesar 100.000.

Baca Juga: Jelang Pembukaan CPNS 2018, 3 Jalur Bidang Ini Sangat Dibutuhkan

Mengenai sisa kekurangannya, nantinya pihaknya akan berdiskusi lebih lanjut dengan instansi yang terkait. Termasuk juga kemungkinan akan dibuka kembali lowongan CPNS pada tahun 2019 untuk mengisi kekurangan 600.000 tenaga pengajar lagi.

"Tentu soal pemenuhan kekurangan nanti akan dibahas lagi bagaimana seberapa besar dan bagaimana proses validasinya itu akan kita tentukan lagi oleh Kemenpan," ujarnya saat dihubungi Okezone, Rabu (18/7/2018).

Menteri PAN-RB : Penerimaan CPNS untuk Para Atlet Akan Melalui Jalur Khusus 

Untuk sementara waktu, pihaknya hanya akan membuka sebanyak-banyaknya 100.000 formasi untuk para guru. Sebab hal tersebut sudah berdasarkan persetujuan dengan Kementerian dan Lembaga terkait.

"Informasi kebutuhan untuk guru kan begitu besar. Dan sekarang itu kan sudah sesuai dengan proses validasi koordinasi dengan kementerian terkait angka yang pernah disampaikan adalah 100.000 jadi berarti ada kekurangan itu," jelasnya.

Sebagai informasi seperti diberitakan sebelumnya, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Asman Abnur mengatakan, khusus guru memang disiapkan kuota khusus di luar kuota penerimaan CPNS 2018. Setidaknya pihaknya membuka sekitar 100.000 untuk tenaga pengajar alias guru pada pembukaan CPNS 2018 ini.

Menurut Asman, usulan tersebut bahkan sudah diajukan kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla. Saat ini usulan tersebut hanya tinggal menunggu dilaporkan kepada Presiden Jusuf Kalla sebelum nantinya benar-benar disetujui dan ditetapkan.

"Kemarin saya sudah laporkan ke Pak Wapres JK, tapi belum saya laporkan ke Pak Presiden (Jokowi). Kemungkinan kurang lebih antara 100.000-an lah seluruh guru. Itu guru saja (di luar kuota CPNS)," ujarnya beberapa waktu lalu.

Tinjau Tahapan Seleksi CPNS Kemenkumham, Menpan RB Ikut Ukur Tinggi Badan

Menurut Asman, jumlah tersebut setelah dirinya mendapatkan usulan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dalam usulannya, Kemendikbud menyampaikan jumlah kebutuhan guru nasional.

Kemendikbud memperkirakan kebutuhan guru Indonesia untuk PNS masih di sekitar 700.000-an. Akibat kekurangan tersebut banyak sekali sekolah negeri yang mengambil tenaga pengajar atau guru dari sekolah swasta.

Tinjau Tahapan Seleksi CPNS Kemenkumham, Menpan RB Ikut Ukur Tinggi Badan

"Itu untuk mengurangi kekurangan guru yang menurut data Kemendikbud lebih kurang 700.000-an kekurangannya," ucapnya.

Asman mengakui meskipun membuka kurang lebih 100.000 lowongan, namun hal tersebut belum mampu untuk memenuhi kebutuhan tenaga pengajar secara nasional. Namun pihaknya akan tetap berusaha agar kebutuhan tersebut bisa terpenuhi semuanya dengan cara mencicilnya.

"Jadi kita cicil kekurangan itu. Jadi nanti tidak akan ada lagi alasan guru itu kurang," tegasnya.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini