nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Harga Minyak Naik, Subsidi Listrik Membengkak jadi Rp59,99 Triliun

Koran SINDO, Jurnalis · Senin 23 Juli 2018 13:46 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 07 23 320 1926053 harga-minyak-naik-subsidi-listrik-membengkak-jadi-rp59-99-triliun-ESsJ71DVui.jpg Ilustrasi Listrik (Foto: Okezone)

JAKARTA – Pemerintah memproyeksikan adanya kenaikan subsidi listrik tahun ini menjadi sebesar Rp59,99 triliun. Angka tersebut meningkat dari target APBN 2018 sebesar Rp52,66 triliun. Peningkatan subsidi listrik disebabkan meningkatnya harga minyak dunia dan pelemahan kurs rupiah.

”Selama enam bulan terakhir subsidi listrik mencapai Rp25,01 triliun. Realisasi plus minus subsidi listrik nanti setelah pemeriksaan BPK,” ungkap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasus Jonan di Jakarta.

Sementara Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Andy Noorsaman Someng menjelaskan, untuk tahun depan, pemerintah mengusulkan kenaikan subsidi listrik mencapai Rp53,96 triliun – Rp58,9 triliun. Jumlah subsidi tersebut dengan memakai asumsi kurs sekitar Rp13.000–Rp14.000 per dolar AS dengan asumsi Indonesia Crude Price (ICP) UD60–70 per barel dan inflasi sebesar 3,5%.

Tim Siaga Lebaran PLN Siap Antisipasi Gangguan Listrik Jelang-Sesudah Lebaran

Menurut Andy, dalam kurun waktu enam bulan terakhir, rata-rata ICP mencapai USD66,55 per barel, sedangkan ICP yang dipatok dalam APBN 2018 sebesar USD48 per barel. Hingga akhir tahun ini pemerintah memproyeksikan ICP mencapai USD65 per barel.

”Nah, ICP mengalami kenaikan tapi harga tidak naik karena itu subsidi harus naik,” ujarnya. Faktor lain peningkatan subsidi listrik juga disebabkan adanya peningkatan pelanggan PLN dengan daya 450 Volt Ampere (Va) dan 900 A. Peningkatan konsumsi pelanggan dengan daya 450– 900 VA mencapai 4–5%.

Tim Siaga Lebaran PLN Siap Antisipasi Gangguan Listrik Jelang-Sesudah Lebaran

”Tambahan pelanggan salah satunya dari daerah 3T, yaitu tertinggal, terdepan, dan terluar,” tutur dia. Menurut dia, meningkatnya konsumsi listrik tersebut juga akan menaikkan subsidi listrik. Andy membeberkan, sejak awal tahun hingga Juni 2018 konsumsi listrik sudah mencapai 112 Tera Watt Hour (tWh) dan diproyeksikan meningkat menjadi 225 tWh sampai akhir tahun ini. (Nanang Wijayanto).

(feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini