Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Data Klaim Asuransi Gempa dan Tsunami Palu Dikumpulkan, Nilainya Mengagetkan

Koran SINDO , Jurnalis-Rabu, 03 Oktober 2018 |10:19 WIB
   Data Klaim Asuransi Gempa dan Tsunami Palu Dikumpulkan, Nilainya Mengagetkan
Foto: Bangunan Rusak Akibat Gempa di Sulteng (Taufik/Okezone)
A
A
A

JAKARTA – Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mulai mengumpulkan data klaim asuransi umum akibat bencana gempa bumi dan tsunami di Donggala.

Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Dody AS Dalimunthe mengatakan, dari database exposure risiko yang tercatat melalui sesi risiko gempa bumi di PT Reasuransi MAIPARK Indonesia.

Eksposur risiko (nilai harta benda yang diasuransikan) yang termasuk on risk pada 28 September 2018 di Kota Palu, Kabupaten Donggala dan Kabupaten Sigi diperkirakan mencapai 753 unit bangunan atau kelompok bangunan.

 Baca Juga: Kembali ke Sulteng, Jokowi Akan Tinjau Rumah Sakit hingga Hotel Roa-Roa

Hal ini sepadan dengan nilai pertanggungan sekitar Rp9,16 triliun atau sekitar empat kali besar risiko yang disesikan ke MAIPARK Indonesia.

“Risiko itu terdiri atas bangunan, isi bangunan, dan kerugian usaha atau business interruption,” ujar Dody di Jakarta.

 

Menurut dia, perusahaan asuransi umum yang me nerbitkan polis asuransi dan menjamin risiko atas kejadian gempa bumi juga akan segera melakukan langkah-langkah proses penanganan klaim. Hal tersebut akan sesuai dengan liability penanggung dan sesuai etika penangan klaim.

Sampai saat ini, lanjut dia, nilai kerugian masih menunggu laporan klaim dari semua perusahaan asuransi umum. Angkanya masih belum final dan akan terus berkembang karena tahap identifikasi dan verifikasi masih dalam proses.

“AAUI juga berkoordinasi dengan PT Reasuransi MAIPARK Indonesia yang melakukan kom pilasi data laporan klaim dari perusahaanasuransiumum yang menyesikan risiko gempa bumi ke MAIPARK,” katanya.

 Baca Juga: Puluhan Jenazah Korban Gempa Palu Terlantar di RS Undata

Untuk itu, AAUI mendorong perusahaan asuransi umum anggotanya menginventarisasi dampak gempa bumi berupa kerugian per lini bisnis asuransi. Presiden Direktur PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk (MAREIN) Robby Loho mengatakan, perkiraan awal klaim yang bakal masuk dari bencana di Palu dan sekitarnya mencapai Rp1,8 triliun.

 

Namun, itu hanya angka awal dan tentu akan ada kemungkinan nilainya akan bertambah.”Itu angka awal klaim dan tentu saja bisa naik jauh di atasnya,” jelas Robby kemarin.

Dia menjelaskan, bencana gempa dan tsunami di Palu tentu akan berdampak besar ke perusahaan asuransi dan reasuransi karena kalau katastropik klaim seperti ini sudah pasti kerugiannya besar. Apalagi kalau terjadinya di kota yang relatif besar, tentu ada ke rugian ekonomi yang biasanya jauh lebih besar dari kerugian yang dialami atau ditanggung asuransi.

“Tapi untuk renewal treaty atau perpanjangan reasuransi treaty tahun 2019 dipastikan akan ada kenaikan harga premi karena bencana di Lombok dan Palu,” paparnya. (Hafid Fuad)

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement