JAKARTA - Kementerian Keuangan menyatakan, dana bantuan yang digelontorkan pemerintah sebesar Rp560 miliar untuk penanganan bencana gempa bumi di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, merupakan tahap awal. Oleh sebab itu akan terdapat penambahan dana bantuan selanjutnya.
Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani menyatakan, seiring pemulihan di Palu dan Donggala maka pemberian dana bantuan akan terus berlanjut.
Baca Juga: Gempa Donggala, Jusuf Kalla: Apa yang Dibutuhkan, Pemerintah Akan Siapkan
"Saat ini kan (Rp560 miliar) tahap awal, tapi ini kan masih belum selesai, masih akan jalan. Tentunya prosesnya akan kita lihat sesuai dengan kebutuhan," jelasnya di Gedung Kemenko PMK, Jakarta, Jumat (5/10/2018).
Dia menyatakan, dana bantuan yang saat ini telah digelontorkan tentu belum cukup untuk memenuhi perbaikan di lokasi bencana. Maka, ke depan jumlah tambahan dana yang akan diminta pihak (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) BNPB akan siap dipenuhi.
"Nanti (jumlah) dana bantuannya bisa berubah, Saat ini kan (Rp560 miliar) tahap awal, itu belum cukup tapi tentunya ditanya berapa, kita belum tahu. Tapi kalau ada kebutuhan pemerintah siap untuk bisa penuhi di 2018 ini," paparnya.
Dia menjelaskan, untuk tahap rekonstruksi rumah di Palu dan Donggala akan dilakukan di 2019. Tentunya, akan menggunakan anggaran dalam APBN 2019.
Baca Juga: Korban Gempa dan Tsunami Palu Dapat Restrukturisasi Kredit
"Untuk tahap rekonstruksi itu di 2019, enggak di tahun ini. Itu akan segera diselesaikan pemerintah (rancangan anggarannya)," imbuh dia.
Sementara itu di lokasi yang sama, Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB Harmensyah menyatakan, pihaknya masih terus meninjau secara langsung kebutuhan pendanaan selanjutnya.
"Untuk Palu dan Donggala hari ini turun tim semua untuk melakukan kaji kebutuhan pasca bencananya. Itu dalam seminggu kita selesaikan," ujarnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)