nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kena Kasus Hukum, Operasional BFI Finance Berjalan Normal

Senin 08 Oktober 2018 16:34 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 10 08 278 1961140 kena-kasus-hukum-operasional-bfi-finance-berjalan-normal-aetiietpKl.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA – Tersandung masalah hukum terkait gugatan yang diajukan PT Aryaputra Teguharta (APT) kepada PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) soal ganti kerugian uang dwangsomsebesar Rp80,3, miliar, menurut manajemen BFI Finance, tidak berdampak atau mempengaruhi kegiatan operasional maupun kelangsungan usaha perseroan.

Baca Juga: Aryaputra Teguharta Minta BEI Tunda Aksi Korporasi BFI Finance

Direktur BFIN Andrew Adiwijanto menyampaikan, gugatan tersebut ditujukan kepada BFIN, Francis Lay Sioe Ho, Cornellius Henry Ko dan Yan Peter Wangkarm karena melakukan perbuatan melawan hukum dan harus membayar uang dwangsom Rp80,3 miliar karena tidak mau melaksanakan putusan PK Nomor 240 PK/PDT/2006.”Perkara ini tidak mempengaruhi kegiatan operasional dan kelangsungan perseroan secara material,” kata Andrew dikutip dari Harian Neraca, Senin (8/10/2018).

Pembukaan Pagi Ini IHSG Anjlok Nyaris 1% 

Dirinya menambahkan, putusan PK No 240 tahun 2006 tersebut, oleh Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tidak dapat dilaksanakan dan telah berkekuatan hukum tetap. Dengan demikian, amar putusan PK 240 tidak dapat dilaksanakan termasuk uang paksa atau dwangson. Terakhir, BFIN akan melakukan upaya yang tersedia dan memungkinkan dalam rangka mempertahankan hak-haknya, terhadap tindakan APT.

Baca Juga: BFI Finance Tegaskan Masalah Gadai Saham Sudah Selesai

Sebelumnya, PT Aryaputra Teguharta juga kembali mengajukan gugatan terkait transaksi ilegal dan pembeli beritikad buruk. Pheo Hutabarat, dari HHR Lawyers selaku kuasa hukum APT pernah bilang, gugatan tersebut didaftarkan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 1 Oktober 2018. Dalam gugatannya, APT meminta pertanggung jawaban hukum terhadap tindakan akuisisi yang menyebabkan hilangnya sebagian atau seluruh saham milik APT yang dilakukan oleh salah satu Indonesian tycoon, Garibaldi Thohir atau yang dikenal sebagai Boy Thohir pada tahun 2011 yang bertindak selaku pemimpin Trinugraha Capital & Co SCA (konsorsium bentukan TPG Capital dan Northstar Group Pte Ltd).

Pembukaan Pagi Ini IHSG Anjlok Nyaris 1% 

Kata Pheo Hutabarat, konsorsium Trinugraha Capital sudah seharusnya mengetahui adanya sengketa kepemilikan saham di dalam PT BFI Finance Indonesia Tbk. Padahal, saat transaksi itu terjadi sudah jelas secara hukum bahwa APT saat itu sebagai pemilik sah atas 32,32% saham BFIN. Disampaikannya, untuk memfasilitasi dilaksanakannya tindakan transaksi ilegal tersebut, Trinugraha Capital & Co SCA sengaja didirikan sebagai perusahaan cangkang (special purpose vehicle/SPV) di Luxemburg hanya kurang dari satu bulan, sebelum dilaksanakannya akuisisi saham BFIN oleh Trinugraha.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini