nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Giliran Lagarede Puji Ketahanan Ekonomi Indonesia di Tengah Gejolak Global

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Kamis 11 Oktober 2018 14:58 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 10 11 20 1962645 giliran-lagarede-puji-ketahanan-ekonomi-indonesia-di-tengah-gejolak-global-y9QaVQYkoa.jpeg Bos IMF Lagarde (Foto: Heru/Okezone)

NUSA DUA - Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) Christine Lagarde mengumbar sejumlah pujian bagi Indonesia. Kali ini dia menyatakan, ketahanan ekonomi Indonesia di tengah gejolak ekonomi global jauh lebih baik dari negara berkembang lainnya.

Dia menjelaskan, pada saat ini ekonomi global berada di situasi yang terdampak akibat kebijakan pengetatan moneter Bank Sentral Amerika Serikat (AS), The Federal reserve (The Fed), kemudian juga akan disusul dengan pengetatan moneter di negara maju lainnya seperti Bank Sentral Eropa.

Baca Juga: Pertemuan IMF-World Bank, Gubernur BI Jelaskan Kebijakan RI Hadapi Ketidakpastian Global

"Implikasinya meningkatnya pembiayaan di banyak negara di dunia, terutama di negara emerging market dengan terdepresiasinya mata uang dan terjadi capital outflow (arus keluar dana asing)," katanya dalam konferensi pers di Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10/2018).

Di sisi lain, diperparah dengan adanya ketidakpastian dalam perdagangan internasional, didorong perang dagang. Hal ini menunjukkan adanya ketegangan-ketegangan di ekonomi global.

lagarde

Meski demikian, menurut Lagarde, perekonomian Indonesia memiliki nilai yang luar biasa. Pasalnya, di tengah kondisi perekonomian global, data ekonomi domestik dalam kondisi baik.

"Kami melihat bauran kebijakan ini tidak menular. Untuk bisa melihat posisi Indonesia berada di mana, ada peningkatan signifikan dan ada penilaian untuk Indonesia, excellent (luar biasa)," terang dia.

Baca Juga: Pertemuan IMF-World Bank, Sri Mulyani Soroti Isu Kesetaraan Gender di Tempat Kerja

Dia melihat kondisi perekonomian Indonesia sudah mengalami perubahan dalam beberapa tahun terakhir, baik dalam kebijakan moneter, fiskal, memiliki rekam jejak yang baik. Adanya penurunan tingkat kemiskinan di bawah 11%, pertumbuhan ekonomi yang di atas 5%, serta laju inflasi yang terus terjaga sesuai sasaran.

lagarde

Meski memang, dalam nilai tukar Rupiah mengalami depresiasi akibat penguatan dari dolar AS. Namun hal ini juga terjadi di seluruh negara di dunia, tak hanya Indonesia.

"Juga kalau lihat solidaritas dari perbankan terstrukturisasi. Utang rekam jejaknya baik. Ini hal yang bagus. Ada apresiasi dari kebijakan dan kedisiplinan yang baik dan keinginan untuk mendorong ekonomi ini daripada kehilangan arah," pungkasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini