nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cerita Bos Pertamina soal Harga BBM Premium: Saya Tahu tapi Butuh Waktu

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Kamis 11 Oktober 2018 17:44 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 10 11 320 1962741 cerita-bos-pertamina-soal-harga-bbm-premium-saya-tahu-tapi-butuh-waktu-Cbsz1FHBaL.jpeg Dirut Pertamina Nicke Widyawati (Foto: Yohana/Okezone)

NUSA DUA - Direktur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati angkat bicara mengenai permasalahan keputusan untuk menaikkan harga Bahan Bakar Mineral (BBM) jenis premium.

Seperti diketahui, kemarin sore, Rabu 10 Oktober 2018, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengumumkan soal kenaikan BBM jenis premium menjadi Rp7.000 per liter dari sebelumnya Rp6.550 per liter pada pukul 18.00 WIB. Namun, belum selang satu jam, dirinya mengumumkan kenaikan tersebut dibatalkan dan akan dikaji lebih lanjut.

Baca Juga: Menteri Rini Buka Suara soal Maju Mundur Harga BBM Premium yang Bikin Bingung

Dalam kesempatan itu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memastikan pengumuman tersebut kepada PT Pertamina. Di mana hasil komunikasi perusahaan plat merah ini menyatakan tak siap melakukan kenaikan harga BBM jenis premium, bersamaan dengan pertamax cs.

Nicke pun buka-bukan mengenai polemik ini, dia menyatakan, sebenarnya sudah mengetahui soal menaikkan harga BBM jenis premium. Harga premium naik jadi Rp7.000 per liter dari sebelumnya Rp6.550 per liter.

Penjualan BBM Pertalite Meningkat  

"Tahu, saya sebelumnya bertemu Pak Jonan, saya di sini (Bali) juga diinfokan," kata Nicke di Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10/2018).

Namun Pertamina merasa tidak siap jika rencana tersebut harus langsung direalisasikan. Mengingat perlu ada persiapan menyangkut operasi dan teknis.

Baca Juga: 3 Pertimbangan Presiden Jokowi Tunda Kenaikan Harga Premium

"Kami perlu waktu juga untuk set up semua itu dengan tim IT kan SPBU kita banyak juga. Memang kami perlu waktu enggak bisa diumumkan efektif itu harus ada mekanismenya, butuh waktu lah ya," kata dia.

Dia pun memastikan perlu dilakukan koordinasi terlebih dahulu dengan kementerian yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution karena premium merupakan BBM jenis penugasan khusus.

Penjualan BBM Pertalite Meningkat  

"Ini bukan masalah siap atau nggak siap, khusus premium yang BBM khusus penugasan ada ketentuan penetapan harganya dilakukan oleh menteri dengan koordinasi tiga menteri yang menggunakan variabel kemampuan daya beli," jelasnya.

Nicke menyatakan keputusan batal menaikkan harga premium berada di wewenang regulator, yakni pemerintah. "Jadi Pertamina ikuti regulator kalau tidak naik ya tidak dijalankan," kata dia.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini