nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bekraf: RI Aktif Rangkul Ekonomi Digital

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Kamis 11 Oktober 2018 20:53 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 10 11 320 1962853 bekraf-ri-aktif-rangkul-ekonomi-digital-o4P7jg6saw.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, perlu regulasi yang tepat untuk mengatur perkembangan digital ekonomi dan keuangan. Sebab bila terlalu ditekan oleh hukum maka pelaku ekonomi digital akan menjauh dan negara kehilangan potensinya.

Salah satu perkembangan digital ekonomi adalah blockchain. Meskipun belum besar, namun pasar blokchain di Indonesia masih sangat besar.

“Indonesia aktif merangkul ekonomi digital dan teknologi yang canggih yang diwakili oleh blockchain merupakan sumber penting dari transformasi ekonomi digital,” kata Direktur Infrastruktur ICT di Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf) Muhammad Neil El Himam dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Kamis (11/10/2018).

 Baca Juga: Dukung Fintech, Presiden Jokowi Bakal Tiru Langkah Bill Clinton

Pembangunan Blockchain Indonesia masih dalam tahap awal dibandingkan dengan Amerika Serikat, China, Jepang dan Korea Selatan, tetapi masyarakat umum di Indonesia sudah memiliki pemahaman yang mendalam mengenai proyek blockchain dan permintaan yang kuat untuk berpartisipasi dalam pasar ini.

 

Teknologi blockchain dan pasar membutuhkan pembelajaran dan komunikasi jangka panjang, bidang blockchain selain kebutuhan sesuai kebijakan industri startup juga perlu pengusaha media dan industri untuk tumbuh bersama-sama.

"Dari 2008 hingga saat ini, telah berkembang pesat dan nilai perkembangan blockchain industri disorot," kata Pendiri Blockchain No.1 Jack Sun saat meluncurkan media vertikal blockchain di Indonesia.

Berdasarkan statistik tidak lengkap, ada lebih dari 2.000 blockchain yang berhubungan dengan perusahaan-perusahaan di dunia, 43.9% didirikan pada 2017.

 Baca Juga: Kadin: Pengembangan Blockchain di RI Baru Sebatas Uang Digital

Saat ini, industri blockchain memasuki tahap permainan saham, lebih dan lebih banyak modal memperhatikan blockchain, tetapi industri juga memiliki situasi yang keseragaman bisnis, modal tidak merata yang memiliki sisi baik dan buruk dan satu lagi pengawasan tidak mendukung atau memadai.

 Pertemuan IMF-WB, Presiden Jokowi Ingin Kembangkan Inovasi Fintech di Indonesia

Pada saat yang sama, blockchain memiliki batas profesional tertentu, untuk investor biasa dalam analisis logika white paper dan sering bingung akan kepastian apakah aplikasi dapat mendarat. Kelemahan umum pengetahuan dalam bidang ini dan keinginannya cenderung digunakan oleh sumber-sumber informasi yang buruk.

"Kami akan berfokus pada laporan industi blockchain,berita terkini,data pasar, interpretasi teknis dan kedalaman yang eksklusif, serta untuk membantu mereka memahami pengetahuan blockchain, mengumpulkan informasi penting dari daerah yang tepat serta nilai riil pra-kontrak dari informasi yang kompleks.” kata Jack Sun.

Pengembangan industri tidak bisa dipisahkan dari bimbingan departemen pemerintah tapi juga tidak terlepas dari penyebaran media. "Kami sangat berharap dalam layanan informasi memberikan investor pendidikan, penelitian mendalam dan opini publik pengawasan empat area efektif untuk membantu pengembangan blockchain Indonesia dan bahkan menjadi media blockchain paling profesional di Asia Tenggara,” tukasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini