nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Presiden Jokowi Ibaratkan Kondisi Ekonomi Global seperti Game of Thrones

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Jum'at 12 Oktober 2018 10:37 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 10 12 20 1963001 presiden-jokowi-ibaratkan-kondisi-ekonomi-global-seperti-game-of-thrones-Rtgwkl7S8H.jpg Presiden Jokowi Buka Puncak Acara IMF-World Bank (Foto: Yohana/Okezone)

NUSA DUA - Presiden Joko Widodo membuka acara utama dari Pertemuan Tahunan IMF-World Bank 2018 yakni Annual Meetings Plenary (Bussiness Meeting). Dalam kesempatan tersebut Jokowi menggambarkan kondisi perekonomian global seperti dalam serial televisi Game Of Thrones.

Game Of Thrones merupakan drama fantasi yang menceritakan perebutan The Iron Thrones atau tahta kerajaan. Cerita ini menggambarkan ketamakan manusia dalam mendapatkan posisi tertinggi dengan saling menjatuhkan.

Jokowi menyatakan, pasca krisis keuangan global pada 2008 lalu perekonomian dunia kembali bangkit. Namun, setelah 10 tahun berlalu harus diwaspadai adanya peningkatan resiko dari ketidakpastian global.

"Amerika Serikat menikmati pertumbuhan yang pesat namun banyak negara terdapat pertumbuhan yang lemah atau tidak stabil. Perang dagang semakin marak, inovasi teknologi mengakibatkan banyak industri terguncang," kata dia dalam pidato di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Bali, Jumat (12/10/2018).

Baca Juga: Ketum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo: Fintech Harus Konstruktif dan Positif, Jangan Ciptakan Pengangguran

Dia menyatakan, kondisi global seperti dalam Game of Thrones. "Akhir-akhir ini hubungan antar negara-negara ekonomi maju semakin lama semakin terlihat, seperti Game Of Thrones," ujarnya

Dia menyatakan adanya lemah kerjasama dan koordinasi antar negara telah menyebabkan banyak masalah. Terlihat dari peningkatan drastis harga minyak mentah dunia, kekacauan pasar mata uang yang dialami negara-negara berkembang.

"Balance of power dan aliansi antar negara-negara ekonomi maju sepertinya tengah mengalami keretakan," kata dia.

Dalam serial Game of Thrones, lanjut dia, sejumlah Great Houses, Great Families bertarung hebat antara satu sama lain, untuk mengambil alih kendali 'The Iron Throne'. Sedangkan tokoh 'Mother of Dragons' menggambarkan siklus kehidupan.

"Perebutan kekuasaan antar para 'Great Houses' itu bagaikan sebuah roda besar yang berputar. Seiring perputaran roda, satu Great House tengah berjaya, sementara House yang lain menghadapi kesulitan dan setelahnya House yang lain berjaya, dengan menjatuhkan House yang lain," jelas dia.

Baca Juga: Hari Kelima, Presiden Jokowi Buka Puncak Acara Pertemuan IMF-World Bank

Namun dalam waktu perebutan tersebut, membuat tak sadar adanya ancaman 'global' yang datang, dalam serial ini yakni evil winter yang ingin merusak seluruh dunia. Dalam kondisi demikian baru disadari oleh setiap House tidak penting siapa yang menduduki The Iron Throne, yang penting adalah kekuatan bersama untuk mengalahkan ancaman global.

Maka dalam menghadapi ancaman global saat ini setiap negara harus bekerjasama bukan malah berkompetisi. "Untuk itu, kita harus bertanya apakah sekarang ini merupakan saat yang tepat untuk rivalitas dan kompetisi? Ataukah saat ini merupakan waktu yang tepat untuk kerjasama dan kolaborasi?," ujarnya.

"Apakah kita telah terlalu sibuk untuk bersaing dan menyerang satu sama lain sehingga kita gagal menyadari adanya ancaman besar yang membayangi kita semua? Apakah kita gagal menyadari adanya ancaman besar yang dihadapi oleh negara kaya maupun miskin? Oleh negara besar ataupun negara kecil?," lanjutnya.

Dia pun menyatakan, dalam Pertemuan Tahunan IMF-World Bank para pembuat kebijakan moneter dan fiskal dunia untuk menjaga komitmen kerjasama global. "Saya sangat berharap saudara-saudara akan berkontribusi dalam mendorong para pemimpin dunia untuk menyikapi keadaan ini secara tepat," ungkapnya.

(Feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini