nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

OJK Dorong Fintech Sasar Pembiayaan UMKM dan Keuangan Syariah

Koran SINDO, Jurnalis · Sabtu 13 Oktober 2018 14:35 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 10 13 320 1963508 ojk-dorong-fintech-sasar-pembiayaan-umkm-dan-keuangan-syariah-rohszFXotc.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JIMBARAN – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong penggunaan fintech sebagai platform inklusi keuangan dalam meningkatkan akses pendanaan bagi segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan Keuangan Syariah.

OJK sudah mengeluarkan berbagai ketentuan pengaturan dan pengawasan dengan tetap mengedepankan perlindungan konsumen dan menjaga stabilitas keuangan. Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Nurhaida mengatakan, fintech memiliki tingkat penetrasi tinggi yang dapat menjangkau berbagai lapisan masyarakat.

“Terutama bagi segmen yang tidak memiliki akses luas terhadap keuangan seperti UMKM,” katanya dalam pembukaan seminar OJK Fintech Talk “Utilizing Fintech as a Platform for Platform for Enhancing SMEs and Islamic Financing” di Bali.

 Baca Juga: Dukung Fintech, Presiden Jokowi Bakal Tiru Langkah Bill Clinton

Mempertimbangkan masih rendahnya penetrasi keuangan syariahdiIndonesia, fintechjuga dapat digunakan sebagai alat untuk memperluas cakupan keuangan syariah dan pencapaian untuk mewujudkan tujuan keuangan syariah.

 

Dengan layanan dan produknya yang lebih mudah, fintech dapat mendorong industri keuangan Islam maju dan mengatasi masalah yang telah menghambat pertumbuhan keuangan syariah.

OJK juga telah mendirikan Fintech Center yang dinamakan OJK infinity (innovation center for digital financial technology). Fintech Center ini bertujuan menjadi ekosistem untuk tempat berdiskusi antarpelaku dan regulator serta stakeholders.

Baca Juga: Bali Fintech Agenda Bakal Jadi Acuan Kebijakan Berbagai Negara

Berdasarkan Fintech Report 2017, terdapat 196 Fintech rintisan di Indonesia dengan total investasi mencapai USD176,75 juta dan produk serta bisnis model yang baru.

Hal yang sama terlihat dalam perkembangan model fintech peer to peer lending di Indonesia yang hingga Agustus 2018 mencapai 70 perusahaan dengan akumulasi nilai pinjaman Rp11,68 triliun, tumbuh 355,73% (ytd).

“Jumlah rekening pemberi pinjamansebanyak150.061entitas atau tumbuh 48,66% (ytd) dan rekening peminjam mencapai 1.846.273 entitas atau tumbuh 611,10% (ytd),” paparnya.

 

Adapun segmen UMKM memiliki peran besar dalam perekonomian negara berkembang karena mencakup 60% dari lapangan pekerjaan dan memberikan kontribusi hingga 40% dari PDB.

Di Indonesia, berdasarkan data 2016 sebesar 99% perusahaan terkategorikan UMKM, mencakup 89% dari lapangan pekerjaan dan memberikan kontribusi 57% terhadap PDB negara. (Kunthi Fahmar Sandy)

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini