Share

China Koleksi Jembatan Terpanjang di Dunia Senilai Rp241 Triliun

Koran SINDO, Jurnalis · Selasa 23 Oktober 2018 13:42 WIB
https: img.okezone.com content 2018 10 23 470 1967792 china-koleksi-jembatan-terpanjang-di-dunia-senilai-rp241-triliun-T31CPME4zY.jpg Ilustrasi: Foto Koran Sindo

HONG KONG – China menambah koleksi jembatan terpanjang di dunia. Hari ini, negeri tersebut meluncurkan jembatan senilai 110 miliar yuan (Rp241 triliun, kurs 2.188 per yuan) yang menghubungkan Kota Hong Kong, Zhuhai dan Makau (HKZMB).

Jembatan ini merupakan jembatan terpanjang di dunia dengan sistem terowongan di bawah laut. Rencananya, jembatan HKZMB ini akan diresmikan langsung Presiden China Xi Jinping bersama para pejabat senior dari Hong Kong dan Makau. Peresmian sekaligus menandai pengoperasian sepanjang 55 kilometer itu.

Jembatan HKZMB yang rencana awal sudah beroperasi pada 2016 ini akan menjadi kunci utama pergerakan bisnis dan ekonomi antara daratan utama China, Hong Kong, dan Makau yang terpisahkan Kawasan Teluk Besar seluas 56.500 kilometer persegi di sepanjang wilayah China Selatan. Jembatan HKZMB akan menghubungkan 11 kota dengan penduduk 68 juta jiwa.

Pemerintah Hong Kong mengatakan jembatan HKZMB dapat memangkas waktu perjalanan antarkota dari tiga jam menjadi 30 menit. Para turis juga kini dapat berpindah-pindah kota melalui jalur darat. Sebelumnya, warga Hong Kong, Makau, dan China harus menggunakan pesawat atau kapal laut untuk melintas. Dengan dua jalur dan enam lajur, kendaraan di atas jembatan HKZMB dapat melaju hingga 100 kilometer per jam. Jadi, tak heran jika perjalanan dari Hong Kong ke Zhuhai dapat ditempuh dalam 30 menit.

“Dengan adanya jembatan ini, waktu yang perlu ditempuh dari Hong Kong menuju kawasan Delta Sungai Mutiara Barat akan menjadi lebih cepat, yakni sekitar 30 menit dari sebelumnya yang bisa mencapai hingga tiga jam,” ujar Sekretaris Transportasi Hong Kong, Frank Chan.

Kendati menjadi lebih cepat dan mudah, tidak semua orang dapat melintasi jembatan HKZMB. Pengendara mobil rental dari Hong Kong yang tidak memiliki izin khusus misalnya, tidak bisa langsung lewat. Penumpang arus turun di pelabuhan Hong Kong dan berganti menggunakan bus shuttle seharga USD10 (Rp150.000) untuk lolos di imigrasi.

Selain memperlancar arus transportasi dan meningkatkan efisiensi perekonomian, jembatan HKZMB dinilai dapat meningkatkan jumlah kedatangan turis menuju Hong Kong yang mencapai 56,7 juta orang pada 2016.

Meski begitu, sebagian warga Hong Kong merasa kurang nyaman. Pasalnya, mereka menilai jembatan ini dianggap sebagai alat “politik” kekuasaan kedaulatan China atas Hong Kong.

“Jembatan HKZMB menghubungkan Hong Kong dengan China seperti layaknya tali pusar. Ketika melihatnya, Anda akan menyadari Hong Kong terhubung dengan daratan utama,” ujar anggota Parlemen Hong Kong, Claudia Mo.

Sebagai informasi, jembatan HKZMB bukanlah jembatan terpanjang di dunia. Sejauh ini, gelar itu masih dipegang Danyang - Kunshan Grand Bridge di China dengan panjang 164.800 meter. Disusul Changhua - Kaohsiung Viaduct di Taiwan (157.317 meter), Tianjin Grand Bridge di China (113.700), dan Cangde Grand Bridge di China (115.900).

Dalam membangun jembatan ini, China tidak main. Para insinyur Negeri Tirai Bambu ini merancang jembatan mampu bertahan hingga 120 tahun. Jembatan HKZMB yang terbuat dari 420.000 ton baja, cukup untuk membangun 60 menara Eiffel, diperkirakan dapat bertahan selama 120 tahun.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Di atas kertas, jembatan HKZMB di rancang tahan terhadap topan dan gempa hingga 8.0 skala Richter. Untuk menjamin kekokohan, sebanyak dua pulau artifisial dibangun di tengah laut untuk menghubungkan jembatan tersebut. Di antara dua pulau itu terdapat terowongan sepanjang 6,7 kilometer. Luas dua pulau artifisial itu mencapai 200.000 kilometer atau setara dengan luas 28 lapangan sepak bola dan diselesaikan dalam 207 hari.

Pulau itu ditopang sekitar 120 barel baja raksasa dengan diameter 22 meter, seluas lapangan basket, dan tinggi 50,5 meter, setinggi gedung pencakar langit yang terdiri atas 18 lantai.

Terowongan bawah laut dibangun untuk menyisakan jalur laut bagi kapal yang ingin melintas di Kawasan Teluk Besar. Terowongan itu terbuat dari 33 beton raksasa. Satu beton memiliki panjang 180 meter, lebar 37,95 meter, tinggi 11,4 meter, dan bobot 80.000 ton. Bagian terbawahnya mencapai kedalaman 46 meter. Pembangunan HKZMB menuai banyak masalah, mulai isu konflik perburuhan hingga isu lingkungan. Dengan kondisi yang menantang, kontraktor dilaporkan mengalami banyak kesulitan hingga menelan korban jiwa. Sedikitnya 10 pekerja di Hong Kong tewas dan sekitar 600 pekerja terluka selama proses pembangunan.

“Proyek itu merupakan jembatan darah dan air mata. Saya yakin situasi di China 10 kali lebih buruk dibandingkan di Hong Kong,” ujar anggota parlemen dari Partai Buruh di Makau, Fernando Cheung.

Delta Sungai Mutiara juga merupakan rumah bagi lumba-lumba putih yang hampir punah. Ahli konservasi laut khawatir pembangunan pulau artifisial dan jembatan HKZMB akan kian mengancam habitat lumba-lumba itu. Namun, pemerintah Hong Kong menegaskan biota laut sudah diamankan di taman laut. (Muh Shamil)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini